Bursa Australia Jatuh Tertekan Ketegangan Baru AS-Uni Eropa

- Pewarta

Rabu, 10 April 2019 - 06:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Sydney – Saham-saham pada Bursa Australia mengikuti Wall Street, dibuka lebih rendah pada perdagangan Rabu pagi (10/4/2019), di tengah kekhawatiran tentang pertumbuhan global dan ketegangan perdagangan baru antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Indeks S&P/ASX 200 turun 0,2 persen menjadi 6.212,60 poin pada pukul 00.37 GMT, setelah berakhir sedikit berubah pada perdagangan Selasa (9/4/2019).

Presiden AS Donald Trump mengatakan dia akan mengenakan tarif terhadap 11 miliar dolar AS terhadap barang dari Eropa, meningkatkan ketegangan atas subsidi-subsidi pesawat yang mengancam akan berubah menjadi perang dagang yang lebih luas.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, kekhawatiran tentang pertumbuhan global meningkat setelah Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini. IMF mengatakan ekonomi global melambat lebih dari yang diperkirakan.

Pandangan IMF menyebutkan pertumbuhan produk domestik bruto Australia akan mendingin menjadi 2,1 persen pada 2019 dari 2,8 persen tahun lalu.

“Dukungan dari Amerika Utara adalah negatif kecil pagi ini. Para pemimpin pasar sebelumnya, termasuk BHP dan Fortescue melihat sedikit dilanda aksi ambil untung,” kata Direktur Penjualan Ekuitas Argonaut Damian Rooney seperti dikutip dari Reuters.

“Dengan masalah tarif AS-UE dan pemotongan IMF yang muncul, faktor global dan makro mempengaruhi pasar,” tambah Rooney.

Sub-indeks logam dan pertambangan turun hingga 0,7 persen dengan kelas berat indeks BHP Group dan Fortescue Metals Group masing-masing turun 1,2 persen dan 1,7 persen.

Saham-saham finansial, sektor terbesar dalam indeks, sedikit berubah.

Perusahaan-perusahaan energi terpukul karena harga minyak tergelincir dari tertinggi lima bulan setelah Rusia mengisyaratkan kemungkinan mengurangi kesepakatan pemotongan produksi dengan OPEC.

Perusahaan kasino terbesar di Australia, Crown Resorts, turun hingga 10,8 persen setelah operator kasino nomor dua dunia, Wynn Resorts, mengatakan, mengakhiri pembicaraan untuk membeli perusahaan yang berbasis di Melbourne.

Crown Resorts mencatat kerugian terbesar dalam tolok ukur persentase, membukukan penurunan persentase intraday terbesar sejak Oktober 2016.

Dalam titik cerah, saham-saham emas bersinar dengan sub-indeks naik 1,7 persen karena harga yang lebih tinggi untuk logam kuning.

Emas naik ke level tertingginya dalam lebih dari sepekan karena dolar dan ekuitas melemah, setelah IMF memangkas perkiraan pertumbuhannya, dengan meningkatnya pembelian bank-bank sentral juga memberikan dukungan lebih lanjut.

Perusahaan emas besar, termasuk Newcrest Mining, Evolution Mining dan St Barbara Ltd, menambahkan antara 1,5 persen hingga 2,7 persen.

Di seberang Laut Tasman, indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru memperpanjang penurunan untuk sesi kelima berturut-turut, merosot 0,6 persen menjadi 9.728,86 poin.

Peritel listrik dan energi Trustpower Ltd dan operator desa pensiunan Ryman Healthcare Ltd adalah di antara persentase penurunan teratas pada indeks, keduanya jatuh sekitar 2,0 persen. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru