Mediaemiten.com, Sydney – Saham-saham pada Bursa Australia mengikuti Wall Street, dibuka lebih rendah pada perdagangan Rabu pagi (10/4/2019), di tengah kekhawatiran tentang pertumbuhan global dan ketegangan perdagangan baru antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Indeks S&P/ASX 200 turun 0,2 persen menjadi 6.212,60 poin pada pukul 00.37 GMT, setelah berakhir sedikit berubah pada perdagangan Selasa (9/4/2019).
Presiden AS Donald Trump mengatakan dia akan mengenakan tarif terhadap 11 miliar dolar AS terhadap barang dari Eropa, meningkatkan ketegangan atas subsidi-subsidi pesawat yang mengancam akan berubah menjadi perang dagang yang lebih luas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, kekhawatiran tentang pertumbuhan global meningkat setelah Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini. IMF mengatakan ekonomi global melambat lebih dari yang diperkirakan.
Pandangan IMF menyebutkan pertumbuhan produk domestik bruto Australia akan mendingin menjadi 2,1 persen pada 2019 dari 2,8 persen tahun lalu.
“Dukungan dari Amerika Utara adalah negatif kecil pagi ini. Para pemimpin pasar sebelumnya, termasuk BHP dan Fortescue melihat sedikit dilanda aksi ambil untung,” kata Direktur Penjualan Ekuitas Argonaut Damian Rooney seperti dikutip dari Reuters.
“Dengan masalah tarif AS-UE dan pemotongan IMF yang muncul, faktor global dan makro mempengaruhi pasar,” tambah Rooney.
Baca Juga:
Sigenergy Resmi Melantai di Bursa Efek Hong Kong, Didukung Investor Global Terkemuka
Pedoman Pertama tentang Penanganan Neuropati Perifer untuk Apoteker di Asia Pasifik
CGTN: Pertukaran Budaya Mempererat Hubungan Persahabatan Tiongkok-Vietnam
Sub-indeks logam dan pertambangan turun hingga 0,7 persen dengan kelas berat indeks BHP Group dan Fortescue Metals Group masing-masing turun 1,2 persen dan 1,7 persen.
Saham-saham finansial, sektor terbesar dalam indeks, sedikit berubah.
Perusahaan-perusahaan energi terpukul karena harga minyak tergelincir dari tertinggi lima bulan setelah Rusia mengisyaratkan kemungkinan mengurangi kesepakatan pemotongan produksi dengan OPEC.
Perusahaan kasino terbesar di Australia, Crown Resorts, turun hingga 10,8 persen setelah operator kasino nomor dua dunia, Wynn Resorts, mengatakan, mengakhiri pembicaraan untuk membeli perusahaan yang berbasis di Melbourne.
Baca Juga:
Krisis Pinjol Indonesia: Tembus Rp100 Triliun, Ini Cara FLIN Bantu Keluar dari Siklus Utang
Crown Resorts mencatat kerugian terbesar dalam tolok ukur persentase, membukukan penurunan persentase intraday terbesar sejak Oktober 2016.
Dalam titik cerah, saham-saham emas bersinar dengan sub-indeks naik 1,7 persen karena harga yang lebih tinggi untuk logam kuning.
Emas naik ke level tertingginya dalam lebih dari sepekan karena dolar dan ekuitas melemah, setelah IMF memangkas perkiraan pertumbuhannya, dengan meningkatnya pembelian bank-bank sentral juga memberikan dukungan lebih lanjut.
Perusahaan emas besar, termasuk Newcrest Mining, Evolution Mining dan St Barbara Ltd, menambahkan antara 1,5 persen hingga 2,7 persen.
Di seberang Laut Tasman, indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru memperpanjang penurunan untuk sesi kelima berturut-turut, merosot 0,6 persen menjadi 9.728,86 poin.
Peritel listrik dan energi Trustpower Ltd dan operator desa pensiunan Ryman Healthcare Ltd adalah di antara persentase penurunan teratas pada indeks, keduanya jatuh sekitar 2,0 persen. (pep)









