BRIsyariah Bukukan Laba Rp776,7 Miliar pada 2018

- Pewarta

Selasa, 2 April 2019 - 06:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Bank BRIsyariah Tbk pada 2018 membukukan laba sebelum pencadangan sebesar Rp776,771 miliar, meningkat 30,35 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya, sementara asetnya juga tumbuh 20,20 persen menjadi Rp37,91 triliun dari Rp31,54 triliun.

“Kinerja positif BRIsyariah di tahun 2018 ditunjang oleh dana pihak ketiga khususnya pertumbuhan dana murah (current account saving account atau CASA) melalui pemanfaatan akses jaringan layanan haji dan pembayaran gaji karyawan dan secara tahunan, pertumbuhan dana murah BRIsyariah di tahun 2018 naik sebesar 24,02 persen,” kata Sekretaris Perusahaan BRIsyariah Indriati Tri Handayani dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (1/4/2019).

Indriati berharap pada 2019, diharapkan pertumbuhan dana murah dapat terus meningkat sehingga komposisi dana murah dibanding dengan total dana pihak ketiga BRIsyariah ke depan dapat menekan biaya dana dan mengoptimalkan keuntungan bagi stakeholders.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Upaya pencapaian tersebut akan didorong berbagai program dan strategi yang telah disiapkan, termasuk dengan meningkatkan kerjasama payroll dengan institusi. Total, sepanjang Desember 2018, BRIsyariah telah menjalin kerjasama baru dengan berbagai institusi baik swasta, BUMN maupun satuan kerja di bawah kementrian/lembaga negara,” katanya.

Selain tabungan payroll, dukungan terhadap ekosistem haji umrah menjadi kunci peningkatan dana murah. Dukungan ini ditunjukkan tidak hanya melalui produk tabungan, tapi juga penandatanganan nota kesepahaman dengan Al Rajhi Bank untuk remitansi yang ditandatangani pada 29 Maret 2019.

“Di sisi pembiayaan, pertumbuhan pembiayaan yang memiliki profil risiko rendah merupakan pendorong utama pertumbuhan pembiayaan. Di tahun 2018 BRIsyariah menunjukan pertumbuhan pembiayaan sebesar 14,96 persen,” kata Indriati.

Pada 2019, pembiayaan BRIsyariah akan tetap fokus pada segmen bisnis konsumer sebagai long-term key growth driver dan komersil sebagai short-term key growth driver yang diharapkan dapat menciptakan trickle down business bagi segmen bisnis lainnya termasuk konsumer.

Namun di sisi lain, BRIsyariah juga akan fokus pada pengelolaan Non-Performing-Financing dan terus mengevaluasi kontrol terhadap risiko untuk menyelaraskan pertumbuhan bisnis dengan pengendalian risiko yang memadai.

Sinergi dengan induk pun akan terus ditingkatkan di berbagai bidang, antara lain Sumber Daya Insani dan pengembangan jaringan untuk pendalaman pasar di wilayah-wilayah “blank-spot” BRIsyariah baik di bidang pendanaan, transaksi bisnis maupun operasional guna mendukung pertumbuhan bisnis dengan cara efisien. Sinergi ini terwujud melalui Kantor Layanan Syariah (unit kerja BRI yang melayani transaksi Syariah) yang jumlahnya akan terus bertambah. Tercatat pada bulan Desember 2018, ada 1103 KLS di unit kerja BRI di seluruh Indonesia.

Sementara di platform digital BRIsyariah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah antara lain dengan pengembangan produk digital yang telah ada, melalui layanan integrasi dari Internet Banking (iBank) dan Mobile Banking (BRIS Online). Keduanya adalah fondasi bagi peningkatan dana murah dan pendapatan jasa BRIsyariah. (aji)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru