BRI Raih Laba Rp32,4 Triliun Tumbuh 11,6 Persen

- Pewarta

Kamis, 31 Januari 2019 - 01:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk mengantongi laba bersih sepanjang 2018 sebesar Rp32,4 triliun atau naik 11,6 persen (tahun ke tahun/yoy) dibandingkan pada 2017.

Direktur Utama BRI Suprajarto di Jakarta, Rabu (30/1/2019), mengatakan perolehan laba ditopang penyaluran kredit yang naik 14,1 persen (yoy) di akhir 2018 menjadi Rp843,6 triliun dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) secara kotor (gross) sebesar 2,27 persen.

“Dari penyaluran kredit, pendorong profitabilitas BRI yakni penyaluran kredit ke sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sebesar Rp645,7 Triliun, atau setara 76,5 persen dari total penyaluran kredit BRI,” ujar Suprajarto.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bank pemerintah spesialis kredit UMKM ingin mengerek naik porsi kredit UMKM menjadi 80 persen dari total kredit pada 2022.

Dengan NPL gross di 2,27 persen, BRI pada 2018 juga menaikkan rasio cadangan terhadap kredit bermasalah (NPL Coverage) menjadi 185,9 persen dari posisi di 2017 yang sebesar 183 persen.

Berbicara tentang kredit kecil, di sepanjang 2018, BRI juga mengucurkan Kredit Usaha Rakyat senilai Rp80,2 triliun
kepada 3,9 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Adapun fungsi intermediasi BRI ditopang dengan penghimpunan Dana Pihak Ketiga dari masyarakat sebesar Rp944,3 triliun atau naik 12,2 persen (yoy).

Suprajarto mengatakan pendorong lain laba bersih BRI adalah peningkatkan efisiensi proses bisnis. Hal tersebut tercermin dari penurunan Beban Operasional Terhada Pendapatan Operasional (BOPO) sebesar 0,7 persen menjadi 70 persen pada akhir 2018 dari 2017 yang sebesar 70,7 persen.

Dari sisi pendanaan, struktur dana murah (Current Account/Saving Account) BRI meningkat, dari 59 persen di akhir tahun
2017 menjadi 60,1 persen pada Desember 2018. Sementara, likuiditas yang terlihat dari rasio pembiayaan terhadap pendanaan (Loan to Deposit Ratio/LDR) sebesar 89,3 persen atau masih relatif terjaga dari rentang parameter kehati-hatian yang digunakan regulator Bank Indonesia di 78-92 persen.

Dengan pertumbuhan laba 22,6 persen dan kolektivitas dalam menghimpun pendanaan, rasio kecukupan modal inti (Capital Adequacy Ratio/CAR) BRI sebesar 21,3 persen.

Sementara aset BRI terkumpul Rp1296,9 triliun atau tumbuh 15,2 persen (yoy) dibandingkan posisi Desember 2017 yang sebesar Rp1126,2 triliun. (iap)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru