BPS Catat Deflasi 0,05 Persen Agustus 2018

- Pewarta

Senin, 3 September 2018 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Agustus 2018 menunjukkan adanya deflasi sebesar 0,05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 134,07 berdasarkan perkembangan harga berbagai komoditas.

Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/9/2018), menjelaskan dengan deflasi 0,05 persen ini berarti tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Agustus 2018) sebesar 2,13 persen dan (Agustus 2018 terhadap Agustus 2017) sebesar 3,20 persen.

“Angka ini menggembirakan karena masih berada di bawah target 3,50 persen. Jadi kami harapkan ke depan inflasi tetap akan terkendali sehingga target yang dipasang bisa dicapai,” kata dia.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suhariyanto menjelaskan deflasi 0,05 persen pada Agustus 2018 terutama dipengaruhi oleh penurunan harga telur ayam, bawang merah, dan tarif angkutan udara.

BPS mencatat telur ayam ras terjadi penurunan harga 0,06 persen di 62 kota IHK, bawang merah memberikan andil deflasi sebesar 0,05 persen di 75 kota IHK, dan tarif angkutan udara memberikan andil terhadap deflasi sebesar 0,03 persen.

Sementara itu, kelompok yang menjadi penghambat deflasi adalah pendidikan, rekreasi, dan olahraga yang pada Agustus 2018 mengalami inflasi sebesar 1,03 persen.

Faktor yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah naiknya biaya sekolah, diantaranya uang sekolah SD sebesar 0,03 persen, uang sekolah SMP sebesar 0,02 persen, dan uang sekolah SMA sebesar 0,01 persen.

BPS juga mencatat bahwa dari 82 kota IHK, 52 kota mengalami deflasi dan 30 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, sebesar 2,49 persen karena penurunan harga ikan segar dan angkutan udara.

Sementara inflasi tertinggi terjadi Tarakan sebesar 0,62 dan inflasi terendah terjadi di Medan dan Padangsidimpuan masing-masing sebesar 0,01 persen.

Kemudian, menurut catatan BPS, komponen inti pada Agustus 2018 mengalami inflasi sebesar 0,30 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 124,94 pada Juli 2018 menjadi 125,32 pada Agustus 2018.

Komponen yang harganya diatur pemerintah (administered prices) dan komponen yang harganya bergejolak (volatile prices) mengalami deflasi masing- masing sebesar 0,06 persen dan 1,24 persen.
(cal)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru