Bos KKR Indonesia Nyatakan Tidak Ada Pengambilalihan Paksa Tiga Pilar (AISA)

- Pewarta

Jumat, 27 Juli 2018 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) berjalan panas. Direktur Utama AISA Joko Mogoginta yang walkout dari RUPS tersebut sempat mengatakan, ada upaya pengambilalihan paksa alias hostile take over AISA oleh salah satu investor pemegang saham.

Selain Direktur Utama Tiga Pilar, Joko Mogoginta merupakan pemegang saham Tiga Pilar Corpora, pemegang saham pengendali Tiga Pilar, dengan kepemilikan saham sebesar 70%.

BACA JUGA : Dirut AISA Mengaku Upaya Ambil Alih Perseroan Secara Paksa, Kok Bisa?

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham AISA jeblok, investor meradang
Joko sempat menyebut nama Jaka Prasetya, Komisaris Tiga Pilar sebagai orang yang menekan Komisaris Utama AISA Anton Apriantono untuk membuat suatu kesepakatan. “Ini menjadi skenario yang sangat-sangat jahat dan busuk,” kata Joko.

http://mediaemiten.com/2018/07/28/investor-mencium-bau-transfer-pricing-dalam-transaksi-afiliasi-aisa/

Jaka Praseta menjabat Komisaris Tiga Pilar sejak 2016 lalu. Jaka merupakan perwakilan KKR yang ditempatkan sebagai komisaris di Tiga Pilar. Jaka bergabung dengan KKR & Co. Inc. sejak 2014 lalu.

Joko menuding ada upaya pengambilalihan paksa atau hostile take over Tiga Pilar Sejahtera oleh oknum pemegang saham. “Ini jelas hostile takeover. Saya membangun dari 26 tahun yang lalu. Ini hostile takeover,” tandasnya, Jumat (27/7/2018).

Namun, Jaka menampik tudingan Joko bahwa ada hostile takeover. “Enggak hostile takeover. Kami tidak pernah menambah saham. Kalo hostile kan menambah saham terus,” kata Jaka.

Hostile takeover ini adalah pengambilalihan perusahaan secara paksa oleh perusahaan lain dengan mempengaruhi pemegang saham untuk mengganti manajemen perusahaan tersebut. (ktn)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru