BI : Pertumbuhan Ekonomi 5,07 Persen Masih Solid, Tidak Picu Pesimisme

- Pewarta

Selasa, 7 Mei 2019 - 01:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2019 yang sebesar 5,07 persen secara tahunan (yoy) semestinya tidak membuat pelaku pasar keuangan pesimistis terhadap prospek perekonomian Indonesia ke depan, kata pejabat Bank Indonesia (BI).

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah di Jakarta, Senin (6/5/2019), mengatakan laju perekonomian di kuartal I 2019 ini masih menunjukkan struktur perekonomian domestik yang solid.

Meskipun demikian, Nanang mengakui, pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2019 ini di bawah ekspektasi pasar. Pun, Bank Sentral sebelumnya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I 2019 mampu mencapai 5,2 persen.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bagi kami pertumbuhan 5,07 persen itu jangan dianggap sesuatu yang menimbulkan pesimsime. Dibanding negara lain pertumbuhan 5,07 persen (yoy) itu masih solid,” kata Nanang.

Sebagai otoritas moneter, Nanang menyebutkan BI meyakini realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2019 ini tidak akan memberikan sentimen negatif bagi pergerakan nilai mata uang Garuda ke depan.

“Tapi tidak ada pengaruh ke kurs. Pengaruh dinamika rupiah karena pernyataan Presiden AS Donald Trump yang buat gejolak, terlihat dari harga Yuan China dan saham di China anjlok,” ujar Nanang.

Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin siang mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019 hanya mencapai 5,07 persen. Angka itu naik tipis dibanding kuartal I 2018 sebesar 5,06 persen. Namun, angka pertumbuhan itu pula menjadi yang terendah sejak kuartal I 2018.

Pertumbuhan ekonomi pada paruh pertama tahun ini terutama didorong oleh belanja pemerintah yang mengerek naik konsumsi masyarakat.

Konsumsi pemerintah di kuartal I 2019 tumbuh 5,21 persen karena adanya kenaikan realisasi belanja barang dan jasa serta belanja pegawai. Total belanja pemerintah di triwulan I-2019 sudah tersalurkan Rp452,06 triliun, lebih tinggi dari periode sama di 2018 sebesar Rp419,55 triliun. (iap)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru