BI: Kenaikan GWM Kurangi Likuiditas Perbankan Rp 110 Triliun

- Pewarta

Selasa, 24 Mei 2022 - 21:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BI:  Kenaikan GWM Kurangi Likuiditas Perbankan Rp 110 Triliun

Foto ilustrasi: Kenaikan GWM kurangi likuiditas perbankan/Dok

MEDIA EMITEN – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan kenaikan giro wajib minimum (GWM) secara bertahap mulai Maret, Juni, Juli, dan September 2022 akan mengurangi likuiditas perbankan sebesar Rp110 triliun.

Meskipun demikian, rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) pada April 2022, masih tinggi mencapai 29,38%,” kata Perry dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Jakarta, Selasa 24 Mei 2022.

Menurut Gubernur BI, likuiditas perbankan tetap mendukung partisipasi perbankan dalam pembelian surat berharga negara (SBN) untuk pembiayaan APBN dan tidak mengurangi kemampuan perbankan dalam penyaluran kredit atau pembiayaan kepada dunia usaha.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada April 2022, kata dia, kredit perbankan tumbuh 9,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). “Likuiditas perbankan yang terjaga didukung pula oleh DPK yang tumbuh sebesar 10,11%,” ujar Perry.

Ia menjelaskan, normalisasi kebijakan likuiditas melalui kenaikan GWM rupiah secara bertahap berlangsung tanpa mengganggu kondisi likuiditas perbankan. Ketahanan perbankan tetap terjaga yang tercermin dai rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan Maret 2022 tetap tinggi sebesar 24,79%.

Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) perbankan juga tetap terjaga, yakni di level 2,99% (bruto) dan 0,84% (netto).

Di sisi lain, suku bunga perbankan terus mengalami penurunan sejalan dengan tren menurunnya risiko kredit.

Di pasar uang, kata Perry, suku bunga IndONIA pada 27 April 2022 sebesar 2,81%, tidak jauh berbeda dibandingkan dengan level April 2021 yang sebesar 2,79%. Sedangkan di pasar dana, suku bunga deposito satu bulan perbankan turun sebesar 80 basis poin (bps) sejak April 2021 menjadi 2,86% pada April 2022.

Di pasar kredit, suku bunga kredit baru lebih rendah 43 bps pada periode yang sama, sejalan dengan penurunan suku bunga dasar kredit (SBDK) dan perbaikan persepsi risiko perbankan di tengah berlanjutnya pemulihan aktivitas ekonomi.

Berita Terkait

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda
Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN
SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Selasa, 15 September 2026 - 07:57 WIB

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Berita Terbaru

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB