BI : Jatim Aman dari Dampak Pelemahan Rupiah

- Pewarta

Kamis, 13 September 2018 - 06:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Surabaya – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur, Difi A Johansyah mengatakan kondisi provinsi setempat masih relatif stabil dan aman dari dampak pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi, karena struktur ekonomi yang majemuk.

“Jawa Timur relatif aman dan stabil, dampaknya tidak terlalu signifikan, tapi memang skala minimal ada dampak khususnya untuk ekspor dan impor,” kata Difi di Surabaya, Kamis (13/9/2018).

Difi yang ditemui usai acara Diseminasi Kebijakan Makroprudensial “Loan to Value/Financing to Value” (LTV) di Ruang Singosari Gedung BI Jatim mengatakan sejauh ini perekonomian Jatim yang lebih majemuk mampu menahan gejolak yang terjadi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di Jatim itu ada industri manufaktur, perdagangan, pertanian, termasuk maritim, jadi dampaknya tidak telalu terasa. Itu yang membuat provinsi ini masih relatih aman,” katanya.

Bahkan, ada beberapa pengusaha Jatim yang mampu menyiasati kondisi pelemahan rupiah untuk meningkatkan nilai tambah dengan mencari pasar baru, khususnya di bidang peralatan rumah tangga.

Secara nasional, kata Difi, Jatim merupakan eksportir besar sehingga perolehan juga besar, namun demikian imbas pelemahan rupiah hanya terjadi pada impor bahan baku yang meningkat.

“Dalam kondisi demikian, memang dibutuhkan kreativitas dari pengusaha, dengan menyiasati berbagai kebutuhan ekspor. Tidak hanya dengan negara lain, tapi antarpulau juga harus didorong,” katanya.

Meski demikian, secara umum masih ada yang tumbuh, khususnya perkembangan di rasio loan to value (LTV) atau kredit perumahan yang meningkat dari 100,90 persen pada awal 2018 menjadi 101,98 persen saat ini, karena adanya ekspansi kredit, dan gencarnya perbankan melakukan promosi.

“Kebijakan kelonggaran LTV yang dibuat BI juga telah menumbuhkan kredit properti dari 6,15 persen menjadi 11,29 persen atau hampir dua kali lipat secara year on year,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, BI mengapresiasi dunia perbankan yang terus melakukan promosi secara gencar untuk KPR perumahan, walaupun agak konsumtif.

“Memang dalam kondisi saat ini perbankan perlu ‘all out’ meskipun konsumtif, agar sektor ekonomi dalam negeri bisa berputar sehingga menopang pertumbuhan ekonomi,” katanya. (mal)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru