BI Janji akan Maksimal Jaga Rupiah dari Depresiasi

- Pewarta

Kamis, 6 September 2018 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Bank Indonesia(BI) akan semaksimal mungkin menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari ancaman depresiasi yang secara luas (broadbased) melanda seluruh negara berkembang.

Kewaspadaan ditingkatkan, meskipun di pasar spot, Kamis (6/9/2018), hingga pukul 12.00 WIB, rupiah masih menunjukkan tren penguatan.

Pada Kamis (6/9/2018), pukul 12.00 WIB, kurs rupiah berada di Rp14.890 per dolar AS, setelah dibuka pada perdagangan Kamis pagi sebesar Rp14.880 per dolar AS.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bank Indonesia akan tetap konsisten dan sekuat tenaga melindungi rupiah dari pelemahan yang cepat dan tajam,” kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah di Jakarta.

Berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dipatok 14.891 per dolar AS, menguat jika dibanding dengan patokan sehari sebelumnya yang ada di angka 14.927 per dolar AS.

Selain itu, otoritas moneter berjanji akan menstabilisasi di pasar valas untuk memastikan ketersediaan valas mencukupi.

“BI akan terus memastikan pergerakan likuiditas dan efisiensi di pasar valuta asing Indonesia tetap terjaga,” katanya.

Di pasar Surat Berharga Negara (SBN), Bank Sentral terhitung sejak Kamis (30/8) hingga Selasa (4/9) sudah mengucurkan Rp11,9 triliun untuk masuk ke pasar sekunder dan membeli SBN yang dilepas investor asing.

Bank Sentral juga mengapresiasi langkah yang tengah ditempuh Pemerintah dalam mengendalikan defisit neraca transaksi berjalan.

Pada Rabu (5/9), pemerintah mengumumkan akan menaikkan tarif pajak penghasilan (PPh) impor terhadap 1.147 komoditas untuk mengurangi laju impor dan memperbaiki defisit neraca transaksi berjalan.

BI memperkirakan defisit neraca transaksi berjalan tahun ini di 2,5 persen Produk Domestik Bruto (PDB), kemudian akan membaik pada tahun depan menjadi dua persen PDB. (iap)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru