Mediaemiten.com, Jayapura – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mengungkapkan kenaikan tarif tiket pesawat terbang pada September 2018 menyebabkan terjadinya inflasi di Kota Jayapura sebesar 0,45 persen atau terjadi perubahan Indeks harga Konsumen (IHK) dari 135,69 menjadi 136,30.
“Kenaikan harga tiket pesawat terbang di Jayapura terjadi pada minggu pertama dan itu sangat mempengaruhi laju inflasi bulanan Jayapura,” ujar Kepala Bidang Distribusi Statistik BPS Papua, Bambang Wahyu Ponco Aji, di Jayapura, Senin (1/10/2018).
Ia menjelaskan pada periode tersebut, dari tujuh kelompok pengeluaran barang dan jasa yang menjadi indikator perhitungan inflasi di Jayapura, lima di antaranya mengalami inflasi dan hanya dua yang mengalami deflasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lima kelompok pengeluaran barang dan jasa yang mengalami ifnlasi adalah, Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,03 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,21 persen, kelompok sandang 0,01 persen.
kemudian kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 3,26 persen dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 1,13 persen.
“Dua kelompok pengeluaran barang dan jasa yang mengalami deflasi adalah kelompok bahan makanan 0,05 persen dan kelompok sandang 0,08 persen,” katanya.
Bambang menyebut faktor pendorong terjadinya inflasi di Kota Jayapura adalah kenaikan harga yang cukup signifikan pada beberapa komoditi, antara lain tarif angkutan udara, biaya akademi, ikan ekor kuning, besi beton, daging sapi dan lain-lain.
Baca Juga:
Krisis Pinjol Indonesia: Tembus Rp100 Triliun, Ini Cara FLIN Bantu Keluar dari Siklus Utang
Sedangkan komoditi yang mengalami penurunan harga antara lain cabai rawit, cabai merah, tomat buah, bawang merah, bawang putih dan lain-lain. (dhi)







