Bank Pemerintah Belum Khawatirkan Kurs Rp14.600

- Pewarta

Selasa, 14 Agustus 2018 - 02:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara) mengaku tidak mengkhawatirkan kemampuan bayar debitur khususnya importir menyusul pelemahan kurs rupiah pada Senin (13/8/2018), yang menyentuh batas psikologis baru yakni Rp14.600 per dolar AS.

Sekretaris Himbara Budi Satria di Jakarta, Senin (13/8/2018), mengatakan sejak awal 2018 para bankir sudah meramalkan berlanjutnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Sejak saat itu pula, bankir memitgasi risiko dengan membatasi penyaluran pinjaman berdenominasi valas.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di samping itu, Budi mengklaim, kepatuhan debitur melakukan lindung nilai (hedging) utang valasnya sudah meningkat, sehingga risiko pembengkakan pengeluaran debitur karena selisih kurs bisa dikurangi.

“Bank Himbara konservatif dalam pinjaman valas. Masing-masing bank juga mengelola risiko profilnya dengan baik,” ujar Budi.

Himbara sudah melakukan simulasi dan uji ketahanan (stress test) untuk melihat rentang kurs yang aman bagi kinerja perbankan.

Namun, Budi enggan mengungkapkan rentang kurs itu, hanya saja kurs saat ini yang sebesar Rp14.600 per dolar AS, masih dalam rentang yang aman.

“Masih dapat kami kendalikan,” ujar Budi, yang juga Direktur Konsumer PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).

Himbara terdiri dari empat bank besar di Indonesia yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk , PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan BTN.

Pada Senin ini, nilai tukar rupiah melemah hingga 157 poin menjadi Rp14.643 dibanding posisi sebelumnya Rp14.486 per dolar AS pada pembukaan perdagangan.

Bank Indonesia menyebut tekanan terhadap rupiah Senin ini karena rentetan aksi investor yang mewaspadai efek berlanjutnya tekanan perekonomian Turki ke pasar keuangan global.

Pasar keuangan global sedang bergejolak karena kekhawatiran merambatnya imbas negatif dari gejolak sistem keuangan di Turki.

Mata uang lira telah anjlok sedemkian parah dan Senin ini berada di posisi 7,24 lira per dolar Amerika Serikat (AS).

Angka itu menunjukkan Lira Turki telah melemah melebihi 40 persen sepanjang 2018.

Gejolak sistem keuangan di Turki berawal dari intervensi yang terlalu kuat dari Presiden Turki Erdogan untuk menurunkan suku bunga acuan, dan memburuknya hubungannya Turki dengan Amerika Serikat.

Di kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor) yang diumumkan BI Senin ini, satu dolar AS setara dengan Rp14.583 per dolar AS atau menunjukkan depresiasi rupiah sebesar 146 poin dibanding Jumat (10/8 ) yang sebesar Rp14.437 per dolar AS. (iap)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru