Bank Mandiri Mulai Negosiasi Harga Akuisisi Bank Permata

- Pewarta

Rabu, 10 April 2019 - 04:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Bank Mandiri Persero Tbk mengaku akan segera memulai negosiasi harga untuk mengakuisisi salah satu bank yang memiliki segmen pasar cukup besar di kredit menengah dan kecil, PT Bank Permata Tbk.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo di Jakarta, Selasa (9/4/2019), menjelaskan saat ini proses akuisisi telah sampai pada tahapan due diligence atau uji tuntas dengan pemegang saham Bank Permata.

“Kami mulai negosiasi minggu ini. Tapi kan masih bisa fifty-fifty (peluang 50:50 persen). Kalau harganya cocok ya jalan, kalau tidak, ya tidak apa apa. Kan negosiasi dalam jual beli itu bisa cocok, bisa tidak,” kata Tiko, sapaan akrab Kartika.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyinggung kabar yang beredar di pasar, Bank Mandiri dan Bank Permata sudah menyepakati soal harga akuisisi, Tiko menyebut hal tersebut hanya rumor. Menurut Tiko, belum ada kesepakatan mengenai harga.

Saat ini, Bank Mandiri sudah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk proses akuisisi.

Dia menjelaskan jika memang proses akuisisi terjadi maka Bank Mandiri akan menggabungkan Bank Permata dengan salah satu anak usahanya.

Kini Bank Mandiri, konglomerasi keuangan dengan total aset Rp1.202 triliun, memiliki dua anak usaha bank yakni Bank Syariah Mandiri dan Bank Mandiri Taspen. Tiko merasa tidak mungkin Grup Bank Mandiri memiliki tiga anak usaha perbankan.

“Kami harus merger salah satu anak usaha. Karena tidak mungkin punya anak usaha sampai tiga bank. Tapi belum tahu itukan baru omongan dua atau tiga tahun ke depan, masih jauh,” jelas dia.

Sebelumnya akuisisi ini mencuat karena perbankan raksasa asal Inggris, Standard Chartered berencana melepas saham di Bank Pemata. Saat ini, Standard Chartered memiliki saham 44,56 persen. Kemudian Astra Internasional memiliki saham 44,56 persen dan 10,88 persen dikuasai publik.

Sementara, Bank Mandiri pada tahun ini memang mengincar akuisisi perbankan untuk mempertajam pertumbuhan kredit di segmen menengah kecil.

Pada 2018, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Bank Mandiri berada di level 20,98 persen.
Di kesempatan sebelumnya, Tiko mengungkapkan dengan posisi CAR tersebut, modal Bank Mandiri berlebih Rp30 triliun hingga Rp35 triliun. Modal berlebih itulah yang akan digunakan untuk membiayai akuisisi perbankan. (iap)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru