Bank Dinar Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp19,8 Miliar

- Pewarta

Jumat, 24 Mei 2019 - 01:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jpeg

Jpeg

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Bank Dinar Indonesia Tbk (DNAR) membukukan laba bersih pada tahun 2018 sebesar Rp19,8 miliar, meningkat 153,72 persen dari target yang ditetapkan perseroan sebesar Rp12,9 miliar.

Direktur Utama Bank Dinar Hendra Lie dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (23/5/2019), mengatakan pertumbuhan laba 2018 tumbuh 96,51 persen dibandingkan laba Rp10 miliar tahun 2017, sementara total aset tahun 2018 sebesar Rp2,534 triliun.

“Hingga akhir 2018, Bank Dinar memiliki rasio CAGR 28,10 persen, meningkat dibanding tahun 2017. CAGR kami di atas ketentuan minimal regulator”, ujar Hendra.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Besaran ekuitas sesuai neraca akhir 2018 sebesar Rp474,06 miliar melonjak Rp15,97 miliar, atau sebesar 3,49 persen dibandingkan posisi akhir 2017 sebesar Rp458,09 miliar yang didorong peningkatan perolehan laba 2018.

Sejalan dengan konsolidasi dan lebih mengedepankan langkah kehati-hatian dalam pengambilan keputusan, perseroan mencatatkan rasio kredit terhadap DPK (LDR) per akhir 2018 sebesar 69,28 persen dibandingkan akhir 2017 sebesar 69,57 persen. Sementara, NPL netto 2018 sebesar 1,94 persen sedangkan tahun 2017 sebesar 2,35 persen.

Rasio profitabilitas yang diukur menggunakan ROA dan ROE masing-masing sebesar 0,81 persen dan 4,65 persen pada 2018. Kondisi ini meningkat dibanding 2017 dengan ROA (0,57 persen) dan ROE (2,42 persen).

“Terkait merger, perseroan masih menunggu proses perizinan dari OJK yang sedang melakukan prosedur fit and proper test pada calon direksi dan dewan komisaris bank hasil penggabungan,” kata Hendra.

Proses merger Bank Dinar dan Bank Oke telah berlangsung sejak 2018. Restu untuk rencana penggabungan oleh Apro Financial Co, Ltd (APRO) telah diterbitkan oleh OJK bidang pengawas pasar modal pada 8 Maret 2019.

APRO sebagai pemegang saham pengendali memiliki 99,99 persen saham Bank Oke dan mengambil alih 77,38 persen saham Bank Dinar dengan nilai Rp691 miliar. APRO merupakan institusi keuangan besar dari Korea Selatan.

“Jika seluruh proses merger rampung pada tahun berjalan, maka pada 2019 perseroan menargetkan aset sebesar Rp4,85 triliun kredit Rp4,07 triliun, DPK turun menjadi Rp4,09 triliun karena adanya tambahan modal senilai Rp 1,5 triliun secara bertahap hingga 2021,” tegas Hendra.

Hendra menambahkan Bank Dinar Indonesia berencana memperluas jaringan dan infrastruktur teknologi perbankan serta memperkuat penyaluran kredit ke segmen Small Medium Enterprise (SME) melalui penambahan lima kantor cabang tiap tahunnya. (roy)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru