Banjir Landa Kepulauan Sula, Maluku Utara, 1 Jembatan Rusak Parah dan 20 Rumah Terendam

- Pewarta

Selasa, 12 Juli 2022 - 09:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jembatan Rusak Parah Akibat Banjir Landa Kepulauan Sula. (Dok. BNPB)

Jembatan Rusak Parah Akibat Banjir Landa Kepulauan Sula. (Dok. BNPB)

MEDIA EMITEN – Banjir yang merendam Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara menyebabkan satu jembatan rusak berat pada Minggu 10 Juli 2022 pukul 14.00 waktu setempat.

Berdasarkan laporan yang diterima oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, banjir yang terjadi setelah hujan dengan intensitas lebat tersebut turut merendam kurang lebih 20 unit rumah dengan tinggi muka air 60 sampai 70 sentimeter di Desa Capalulu, Kecamatan Mangoli Tengah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sula melakukan koordinasi dengan aparat terkait guna penanganan kerusakan jembatan serta mendirikan posko untuk memantau lokasi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun masyarakat setempat masih bertahan di rumah masing-masing dan bantuan logistik turut disalurkan kepada warga terdampak.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini hujan sedang sampai lebat disettai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Maluku Utara pada Senin 11 Juli 2022.

Selain itu, prakiraan cuaca pada 11 sampai 12 Juli 2022 menunjukan wilayah Provinsi Maluku Utara didominasi cuaca hujan ringan, berawan tebal dan cerah berawan.

Kajian inaRisk turut menunjukan Kepulauan Sulamemiliki potensi bahaya banjir pada tingkat sedang hingga tinggi yang berdampak pada sembilan kecamatan.

Melihat kondisi ini, BNPB mengimbau untuk masyarakat dan pemerintah daerah setempat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan yang dipicu oleh curah hujan berintensitas tinggi.

Pemerintah daerah turut diimbau untuk melakukan monitoring kondisi infrastrukur fasilitas umum secara berkala sehingga dapat mencegah terjadinya kerusakan ketika bencana terjadi.

Jika hujan mengguyur wilayah lebih dari satu jam dan terjadi peningkatan debit air, pemerintah daerah dapat menginformasikan peringatan dini banjir kepada masyarakat melalui jaringan komunikasi digital dan melaksanakan upaya kedaruratan khususnya melakukan evakuasi warga terdampak banjir.***

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru