MEDIA EMITEN – Mengawali bulan Juli 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melanjutkan koreksi seiring kekhawatiran ancaman resesi global dan keluarnya dana-sana asing dari pasar saham.
IHSG ditutup melemah 117,25 poin atau 1,7% ke posisi 6.794,33 pada perdagangan Jumat 1 Juli 2022. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 17,61 poin atau 1,78% ke posisi 974,33.
Investor asing masih terus melanjutkan aksi jualnya dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp 63,33 miliar di semua pasar dan Rp 83,91 miliar di pasar reguler.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saham-saham yang masih mengalami tekanan jual oleh asing antara lain BBCA , BBRI, MDKA, BMRI, dan FILM. Sedangkan saham-saham yang dibeli asing antara lain, UNTR, PGAS, PTBA, ADRO, BUMI.
Selain itu, terkoreksinya harga komoditas seperti nikel, timah, minyak mentah, dan CPO menjadi katalis negatif bagi IHSG.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor terkoreksi dimana sektor transportasi & logistik turun paling dalam yaitu minus 4,31%, diikuti sektor perindustrian dan sektor barang baku masing-masing minus 3,02% dan minus 2,99%.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.130.483 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,75 miliar lembar saham senilai Rp10,78 triliun. Sebanyak 123 saham naik, 435 saham menurun, dan 133 tidak bergerak nilainya.
Baca Juga:
CMEF 2026 Resmi Ditutup di Shanghai, Tampilkan Inovasi Medis Global dan Tren Industri Masa Depan
Terbitkan Laporan ESG 2025, Hikvision Dorong Pembangunan Berkelanjutan Lewat “Tech for Good”
Bursa saham regional Asia ditutup bervariasi, antara lain indeks Nikkei melemah 457,42 poin atau 1,73% ke 25.935,62, indeks Shanghai turun 10,98 poin atau 0,32% ke 3.387,64, dan indeks Straits Times meningkat 6,62 poin atau 0,21% ke 3.095,59.







