MEDIA EMITEN – Mengakhiri September, Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 4,6 poin atau 0,07% ke posisi 7.040,798 pada akhir perdagangan Jumat 30 September 2022.
Investor asing yang dalam sepekan ini lebih banyak melakukan aksi jual, pada akhir September masuk lagi dan mencatatkan jumlah beli bersih (net foreign buy) di seluruh pasar sebesar Rp 237,39 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah bersih Rp 230,71 miliar.
Net buy terbanyak melanda kelima saham berikut, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 303,91 miliar, PT Sinarmas Multi Artha Tbk (SMMA) Rp 141,36 milliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 124,22 miliar, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 76,96 miliar, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 70,33 miliar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedangkan lima saham ini mengalami net sell terbanyak, yaitu saham PT Astra International Tbk (ASII) Rp 176,97 miliar, PT Bank Rakyat Indonesi Tbk (BBRI) Rp 115,38 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 57,16 milliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 36,13 miliara, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 35,40 miliar.
Fokus pasar masih pada sentimen global, kekhawatiran resesi dunia dan kembali memanasnya geopolitik di Ukraina-Rusia. Rencana deklarasi Rusia akan menyebabkan pupusnya jalan perdamaian kedua negara tersebut sehingga akan semakin panas secara geopolitik.
Sentimen pasar lainnya datang dari The Caixin China General Manufacturing Purchasing Managers’ Index yang secara tak terduga turun menjadi 48,1 pada September 2022 dari 49,5 pada bulan sebelumnya. PMI Non-Manufaktur Biro Statistik Nasional Tiongkok (NBS) juga turun ke level terendah empat bulan di 50,6 dari 52,6.
Dibuka menguat, IHSG langsung anjlok ke zona merah sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di teritori negatif lalu bergerak perlahan ke zona hijau menjelang dan hingga penutupan bursa saham.
Baca Juga:
CMEF 2026 Resmi Ditutup di Shanghai, Tampilkan Inovasi Medis Global dan Tren Industri Masa Depan
Terbitkan Laporan ESG 2025, Hikvision Dorong Pembangunan Berkelanjutan Lewat “Tech for Good”
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor terkoreksi dimana sektor properti paling dalam yaitu minus 1,44%, diikuti sektor transportasi dan logistik serta sektor teknologi masing-masing minus 1,39% dan 1,29%.
Tiga sektor meningkat yaitu sektor kesehatan, teknologi, dan keuangan masing-masing sebesar 1,39%, 0,65%, dan 0,35%.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.278.484 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,99 miliar lembar saham senilai Rp16,05 triliun. Sebanyak 193 saham naik, 386 saham menurun, dan 117 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei turun 484,84 poin atau 1,83% ke posisi 25.937,211, indeks Hang Seng meningkat 56,961 poin atau 0,33% ke 17.222,83, indeks Shanghai turun 16,81 poin atau 0,55% ke 3.088,37, dan indeks Straits Times naik 15,16 poin atau 0,49% ke 3.130,24.







