MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa 20 September 2022 ditutup menguat tipis 1,46 poin atau 0,02% ke posisi 7.196,95. Asing masih mencatatkan beli bersih (net foreign buy) Rp 241,26 miliar di seluruh pasar.
Fokus pasar masih pada pertemuan The Federal Reserve (The Fed) yang akan rilis keputusannya pada 21 September waktu AS. Sebagian besar pelaku pasar mengharapkan kenaikan 75 basis poin lagi oleh bank sentral. Beberapa analis, bagaimanapun, berpendapat The Fed dapat menaikkan suku bunga satu poin penuh, atau 100 basis poin.
Sementara itu, Imbal hasil (yield) Treasury naik pada hari Selasa. Treasury 2-tahun yang sensitif terhadap kebijakan naik sekitar 3 basis poin, mencapai 3,977% — level yang belum pernah dicapainya sejak akhir 2007. Imbal hasil pada Treasury 10-tahun terakhir naik sekitar 7 basis poin menjadi 3,557% diperdagangkan mendekati level tidak terlihat sejak tahun 2011.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari dalam negeri, lanjut Julian, pelaku pasar menunggu keputusan Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan dalam waktu dekat ini.
Di sisi lain, penguatan harga komoditas seperti nikel, batu bara, gas alam, dan timah menjadi katalis positif bagi IHSG.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dimana sektor transportasi & logistik paling dalam yaitu minus 1,04%, diikuti sektor properti & real estat dan sektor infrastruktur masing-masing minus 0,99% dan minus 0,63%. Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor teknologi dan sektor kesehatan masing-masing sebesar 0,94% dan 0,36%.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SMDM, INDO, SLIS, INCF, dan GOTO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni LEAD, IATA, BIPI, JKON, dan KKES.
Baca Juga:
CMEF 2026 Resmi Ditutup di Shanghai, Tampilkan Inovasi Medis Global dan Tren Industri Masa Depan
Terbitkan Laporan ESG 2025, Hikvision Dorong Pembangunan Berkelanjutan Lewat “Tech for Good”
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.393.979 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,9 miliar lembar saham senilai Rp13,28 triliun. Sebanyak 203 saham naik, 328 saham menurun, dan 165 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 120,77 poin atau 0,44% ke 27.688,42, indeks Hang Seng naik 215,45 poin atau 1,16% ke 18.781,42, dan indeks Straits Times meningkat 10,63 poin atau 0,33% ke 3.266,94.







