Mediaemiten.com, Jakarta – Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan nilai tukar rupiah pada Senin ini berpeluang melanjutkan penguatan memanfaatkan stabilnya dolar AS.
“Dolar diperkirakan bergerak terbatas terhadap hampir seluruh mata uang dunia. Stabilnya dolar ditopang oleh bervariasinya sentimen yang terjadi,” ujar Ahmad di Jakarta, Senin (4/2/2019)
Kemungkinan bertemunya Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping membahas permasalahan perdagangan antara AS-China dalam waktu dekat, diperkirakan akan menurunkan permintaan dolar sebagai aset safe haven.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu pelemahan kinerja manufaktur China di Januari diperkirakan masih akan membatasi penurunan permintaan dolar. Tercatat Purchasing Manager Index Caixin Januari mengalami kontraksi menjadi 48,3 di Januari dibandingkan Desember sebesar 49,7.
Dari dalam negeri, rupiah kemungkinan masih akan lanjutkan penguatan terhadap dolar pasca-rilis data inflasi Januari yang lebih rendah dibandingkan prediksi analis sebelumnya. Tercatat inflasi Januari hanya sebesar 2,82 persen (yoy) dibandingkan Desember sebesar 3,13 persen (yoy).
“Rendahnya inflasi menjadi katalis positif bagi ekonomi dalam negeri dalam menjaga stabilitas pertumbuhan domestik,” ujar Ahmad.
Ia memprediksi rupiah pada Senin ini akan bergerak menguat ke level Rp13.920 per dolar AS sampai dengan RP13.970 per dolar AS.
Baca Juga:
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
CGTN: Awal yang Solid dalam Repelita Ke-15 Tiongkok, Apa Maknanya?
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi hingga pukul 09.50 bergerak melemah 17 poin menjadi Rp13.965 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp13.948 per dolar AS. (cit)







