ALDO Diuntungkan Dari Bisnis Kertas Coklat Recycle, Penjualan Naik 32,2% di Kuartal III-2021

- Pewarta

Jumat, 3 Desember 2021 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Alkindo Naratama Tbk (“ALDO”) emiten bergerak pada bidang integrasi kertas dan bahan kimia. /Dok. PT Alkindo Naratama

PT Alkindo Naratama Tbk (“ALDO”) emiten bergerak pada bidang integrasi kertas dan bahan kimia. /Dok. PT Alkindo Naratama

Sub-grup Kertas telah mendominasi penjualan bersih ALDO sejak akuisisi ECO di awal tahun 2019. Sementara itu, penjualan bersih ALDO masih didominasi oleh penjualan di pasar domestik dimana 93% dihasilkan dari pasar lokal dan sisanya 7% untuk pasar ekspor.

Sutanto menambahkan “Capaian kinerja Perusahaan tak lepas dari peningkatan penjualan bersih ditambah dengan kemampuan ALDO dalam efisiensi biaya dan peningkatan bauran produk.”

“Di masa depan, ALDO berharap bahwa pendorong utama pertumbuhan Grup masih akan mengandalkan sub-grup Kertas dengan fokus pada industri Fast-moving Consumer Goods (FMCG) dan lebih mendorong kebijakan Pemerintah untuk melarang kantong plastik di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan kemasan yang lebih ramah lingkungan”.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun kontribusi penjualan bersih lebih besar dari sub-grup Paper, sub-grup Chemical ALDO yang terdiri dari PT Swisstex Naratama Indonesia (Swisstex) dan PT Alfa Polimer Indonesia (ALFA) tetap menguntungkan dan mendukung bisnis Grup akan membawa dampak positif bagi kinerja ALDO di masa depan.

Oleh karena itu, Perseroan berencana untuk melakukan peningkatan kepemilikan saham kedua anak usaha tersebut masing- masing dari 51% menjadi 99%.

Dengan membeli saham secara langsung dari pemegang saham lama dalam Swisstex dan ALFA dan dengan mekanisme inbreng antara saham Right Issue dengan saham milik pemegang saham dalam Swisstex dan ALFA.

““Rights Issue Perseroan secara resmi mendapat status efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 November 2021. Pendapatan hasil Rights Issue ini akan digunakan sekitar 44,91% untuk pembelian 48% saham PT Swisstex Naratama Indonesia (Swisstex). “

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru