MEDIA EMITEN – Aksi jual berlanjut di Bursa Efek Indonesia pada Kamis 12 Mei 2022 karena investor dibayangi ketidakpastian ekonomi terkait lonjakan inflasi yang akan memaksa bank-bank sentral mengetatkan moneter secara agresif.
IHSG ditutup melemah 216,36 poin atau 3,17% ke posisi 6.599,84. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 32,09 poin atau 3,13% ke posisi 993,35.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor terkoreksi dengan sektor teknologi turun paling dalam 4,65%, diikuti sektor barang baku dan sektor barang konsumen primer masing-masing turun 3,31% dan 3,12%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell di seluruh pasar sebesar Rp 721,37 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah jual bersih Rp 705,37 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.464.482 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,95 miliar lembar saham senilai Rp18,11 triliun. Sebanyak 97 saham naik, 480 saham menurun, dan 112 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 464,92 poin atau 1,77% ke level 25.748,72, Indeks Hang Seng turun 444,23 poin atau 2,24% menjadi 19.380,34, dan Indeks Straits Times terkoreksi 52,53 poin atau 1,63% ke level 3.173,54.






