Bangun Superblok, Triniti Land Rencanakan IPO Tahun Ini

- Pewarta

Selasa, 7 Agustus 2018 - 03:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Tangerang – PT Perintis Triniti Properti atau pengembang Triniti Land berencana melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering di pasar Bursa Efek Indonesia pada kuartal terakhir tahun ini. Aksi korporasi ini dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan melalui pendanaan publik.

Untuk mempercepat pertumbuhan perusahaan, kita butuh dana tambahan, jadi salah satu alasan kita akan IPO . Jika tidak ada halangan, diusahakan pada kuartal terakhir tahun ini antara November atau Desember, kata President Director Triniti Land, Ishak Chandra dalam konferensi persnya di Marketing Gallery Collins Boulevard, Serpong, Minggu (5/8/2018).

Ishak mengatakan, pihaknya juga melakukan beberapa langkah bisnis strategis, seperti meningkatkan pendapatan berulang (recurring income), meningkatkan manajemen perusahaan dan juga menjajaki peluang-peluang baru dengan partner bisnis.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Founder Triniti Land, Bong Chandra mengatakan Collins Boulevard ini merupakan proyek kelima yang telah dikembangkan oleh Triniti Land. Sebelumnya Triniti telah mengembangkan 4 proyek di kawasan Alam Sutera dan Serpong, yakni Brooklyn, Springwood Residences, Yukata Suites dan The Smith. Keempatnya telah mengantongi penjualan lebih dari Rp 4 triliun.

Proyek superblok Collins Boulevard sendiri diperkirakan menelan dana kurang lebih Rp 3 triliun. Dan pihaknya menargetkan pembangunan tower satu akan selesai pada tahun 2021, ujarnya

Di proyek ini, Collins Boulevard menawarkan empat tipe apartemen. Mulai dari tipe studio, satu tempat tidur, dua tempat tidur, dan tiga tempat tidur. Harga tiap unit bervariasi, mulai dari Rp 400 juta hingga Rp 1,4 miliar.

Target pasar generasi milenial dan new family, karena dari beberapa tahun terakhir ini dari beberapa investor yang melakukan pembelian berulang, kini mereka mulai stop membeli, dan menuju ke end user, jadi new family dan milenial, Demikian. seperti dilansir Industry.co.id. (*)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru