Bursa Australia Jatuh, Indeks ASX 200 Ditutup Turun 24,80 Poin

- Pewarta

Jumat, 12 April 2019 - 01:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Sydney – Saham-saham pada Bursa Australia jatuh pada Kamis (11/4/2019), terseret oleh sektor keuangan dan pertambangan, karena banyak investor tetap cemas tentang prospek pertumbuhan global dan perselisihan perdagangan.

Laporan Reuters menyebutkan pada penutupan pasar, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 24,80 poin atau 0,40 persen menjadi 6.198,70 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas turun 22,40 poin atau 0,35 persen menjadi 6.294,10 poin.

Investor mengabaikan kinerja positif Wall Street semalam, memiliki emosi yang beragam tentang risalah pertemuan Federal Reserve (Fed) terakhir.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perkiraan The Fed tentang tidak ada kenaikan suku bunga pada 2019 telah menyemangati investor, tetapi itu berakar pada ekspektasi perlambatan pertumbuhan AS. Dalam risalah, para pembuat kebijakan mengatakan “kemunduran” dalam ekonomi AS dapat diperkuat oleh beban utang yang besar di perusahaan-perusahaan Amerika.

Direktur Eksekutif Argonaut, perusahaan pialang saham, James McGlew, mengatakan petunjuk positif dari risalah The Fed “tidak meluas ke pasar kami hari ini karena investor di sini tetap berhati-hati, mungkin berfokus pada kurangnya konsensus di antara para pembuat kebijakan AS.”

Ada juga kekhawatiran tentang ancaman Presiden AS Donald Trump terhadap tarif baru atas barang-barang yang diproduksi di Uni Eropa, dan sengketa perdagangan China-AS masih belum terselesaikan.

Saham-saham pertambangan turun 1,1 persen. Harga bijih besi naik sedikit tetapi tetap jauh di bawah rekor tertinggi yang dicapai dua hari lalu.

BHP Group turun 0,6 persen, sementara raksasa saingannya Rio Tinto merosot 1,3 persen. Fortescue Metals Group memberikan kenaikan 1,2 persen.

Penambang emas kehabisan tenaga setelah selama empat sesi mencatat kenaikan, dengan St Barbara jatuh 2,4 persen, sedangkan Saracen Mineral Holdings kehilangan 1,0 persen.

Saham-saham keungan turun 0,7 persen, jatuh untuk sesi kelima dari enam sesi terakhir, dengan Commonwealth Bank of Australia turun 0,5 persen dan Westpac Banking Corp turun sebesar 1,3 persen.

Bank of Queensland jatuh 4,9 persen, kerugian terbesar di antara saham-saham keuangan, setelah melaporkan laba tunai semester pertama yang mengecewakan.

Saham-saham perawatan kesehatan yang berorientasi ekspor juga turun, karena dolar Australia mencapai puncak enam minggu, dengan kelas berat indeks CSL turun 1,2 persen, sementara Cochlear merosot 1,3 persen.

Perusahaan-perusahaan kesehatan menghasilkan sebagian besar pendapatan mereka di luar negeri, khususnya di Amerika Serikat dan penguatan dalam dolar Australia secara negatif mengurangi laba mereka.

Sementara itu, Indeks acuan S&P/ NZX 50 Selandia Baru naik 0,6 persen atau 58,64 poin menjadi berakhir pada 9.766,6, menghentikan penurunan beruntun enam hari. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru