Mediaemiten.com, Jakarta – RUPS PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) ricuh. Konon dirutnya WO lengkap dengan tuduhan hostile take over. Pertanggungan jawab dan Laporan Direksi ditolak pemegang saham.
Sebagai investor, saya mencium bau transfer pricing yang sangat kental dalam transaksi afiliasi AISA.
BACA JUGA : Bos KKR Indonesia Nyatakan Tidak Ada Pengambilalihan Paksa Tiga Pilar (AISA)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jauh sebelum kasus beras oplosan, transaksi spin off anak perusahaan AISA (lupa nama perusahaannya), aroma transfer pricing sudah kental tercium.
http://mediaemiten.com/2018/08/04/sempat-alami-krisis-kepercayaan-kini-aisa-targetkan-raih-tata-kelola-terbaik/
Transfer pricing bukan cuma domain corporate governance, tapi penipuan dan kriminal.
Kalau otoritas tidak menangani dengan serius, pasar modal Indonesia akan menjadi sarang srigala. Dan invesstor ritel siap siap untuk dikunyah kunyah oleh srigala yang haus darah!
Baca Juga:
Mudah mudahan ada personil Otoritas yang membaca posting ini. Sahabat tolong sebarkan, untuk otoritas, terutama untuk rekan sesama “investor gurem”
(Tulisan ini sudah dipublikasikan melalui akun Facebook pribadi Hasan Zein Machmud, mantan Dirut BEJ, kini menjadi investor sekaligus pengamat pasar modal).







