Euro Menguat, Survei Bisnis Jerman Kurangi Kekhawatiran Resesi Ekonomi

- Pewarta

Selasa, 26 Maret 2019 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Kurs euro menguat pada akhir perdagangan Selasa pagi (26/3/2019), karena survei kepercayaan bisnis Jerman yang lebih kuat dari perkiraan mengurangi kekhawatiran tentang resesi dan menarik mata uang safe haven yen dari level tertinggi enam minggu terhadap dolar AS.

Pasar keuangan di seluruh dunia bergolak pada perdagangan Jumat (22/3), yang berasal dari kecemasan tentang penurunan ekonomi setelah kurva imbal hasil AS terbalik, dengan imbal hasil obligasi 10-tahun jatuh di bawah suku bunga surat utang negara tiga bulan.

Ketakutan itu memicu pelepasan saham-saham dan aset-aset lain yang berorientasi pada pertumbuhan serta serbuan terhadap yen, emas, serta surat utang pemerintah AS dan Jerman, dan investasi-investasi berisiko rendah lainnya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembalikan kurva imbal hasil telah mendahului setiap resesi Amerika Serikat (AS) dalam 50 tahun terakhir.

“Pada hari Jumat kami melihat ke dalam jurang yang dalam,” kata Kepala Strategi Pasar Bannockburn Global Forex LLC Marc Chandler, di New York. “Hari ini kita mundur selangkah.”

Sentimen pedagang stabil setelah Lembaga IFO Jerman mengatakan indeks iklim bisnisnya naik menjadi 99,6, mengalahkan perkiraan konsensus 98,5 dan mengakhiri penurunan enam bulan berturut-turut.

Data IFO secara singkat mengangkat imbal hasil obligasi 10-tahun Jerman ke wilayah positif dan membantu pasar saham Eropa. Mereka juga mendukung euro, yang naik 0,2 persen ke tertinggi sesi di 1,13315 dolar AS.

Terhadap yen, mata uang tunggal itu sempat melonjak 0,46 persen ke level tertinggi 124,81 yen, setelah diperdagangkan serendah 123,875 yen sebelumnya.

Tidak jelas apakah bouncing (kenaikan) ringan dalam euro dan mata uang pasar negara-negara berkembang akan bertahan, karena pedagang tetap waspada dengan inversi kurva imbal hasil AS yang bertahan untuk sesi perdagangan kedua, kata para analis.

“Saya tidak akan mengatakan bahwa kenaikan untuk aset-aset aman sudah berakhir. Nada sentimen risk-off (penghindaran risiko) umum akan berlaku untuk sementara waktu tetapi tidak pada sejauh yang sama (seperti Jumat),” kata ahli strategi Commerzbank Ulrich Leuchtmann, mencatat resesi di zona euro atau Amerika Serikat tidak mungkin dalam waktu dekat.

Adapun greenback, 0,15 persen lebih rendah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya. Dolar AS tidak banyak bereaksi terhadap pengumuman Jaksa Agung AS William Barr bahwa Penasihat Khusus AS Robert Mueller tidak menemukan bukti kolusi antara Rusia dan tim kampanye pemilihan Presiden Donald Trump 2016.

Dolar AS sedikit berubah pada 109,935 yen setelah yen mencapai tertinggi enam minggu di 109,7 per dolar AS pada Senin (25/3) pagi.

Pound Inggris sedikit pulih dari kerugian sebelumnya terhadap dolar AS dan euro, ketika parlemen Inggris bersiap untuk mencoba dan mengambil alih kendali proses Brexit dalam serangkaian pemungutan suara yang direncanakan untuk hari berikutnya.

Sterling turun 0,24 persen menjadi 1,318 dolar AS dan euro 0,43 persen lebih kuat pada 85,9 pence pada akhir perdagangan AS. Demikian laporan yang dikutip dari Reuters. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru