Data konstruksi Mengecewakan Pasar, Bursa Wall Street Berakhir Melemah

- Pewarta

Selasa, 5 Maret 2019 - 04:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di bursa Wall Street lebih rendah pada akhir perdagangan Selasa pagi (5/3/2019), karena investor mencerna data pengeluaran konstruksi AS yang lebih lemah dari perkiraan pada Desember tahun lalu dan sejumlah saham perawatan kesehatan memperpanjang kerugian mereka.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 206,67 poin atau 0,79 persen, menurut Xinhua, menjadi ditutup di 25.819,65 poin.

Indeks S&P 500 berkurang 10,88 poin atau 0,39 persen, menjadi berakhir di 2.792,81 poin dan indeks Komposit Nasdaq ditutup 17,79 poin atau 0,23 persen lebih rendah menjadi 7.577,57 poin.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham Healthcare Services Group jatuh lebih dari 13 persen pada sekitar penutupan pasar, karena perusahaan asuransi kesehatan AS itu mengatakan mereka gagal mengajukan Formulir 10-K untuk 2018 ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) karena masalah praktik perhitungan laba per saham. .

Formulir 10-K mengacu pada ringkasan laporan tahunan komprehensif dari perusahaan publik, yang diharuskan disampaikan kepada SEC, dengan rincian lebih banyak daripada laporan tahunan lainnya.

Saham Bed Bath & Beyond juga turun lebih dari 5,3 persen, setelah bank investasi terkemuka Inggris Barclays menurunkan peringkat jaringan toko peralatan rumah tangga AS itu dari equal weight menjadi underweight.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan dengan catatan suram, dengan sektor perawatan kesehatan turun lebih dari 1,3 persen, memimpin kerugian di antara kelompok.

Tiga indeks utama mulai kehilangan keuntungan pagi mereka setelah belanja konstruksi bulanan terakhir AS berubah secara tak terduga di bawah ekspektasi pasar, memicu kekhawatiran atas melemahnya pertumbuhan ekonomi sejak akhir 2018.

Di sisi ekonomi, belanja konstruksi AS merosot 0,6 persen pada Desember 2018, dengan pertumbuhan tahun-ke-tahun turun menjadi 1,6 persen, tingkat pertumbuhan terlemah dalam setidaknya tiga tahun, Biro Sensus AS mengatakan Senin (4/3/2019).

Penurunan yang tak terduga datang menyusul kenaikan 0,8 persen pada November, karena pengeluaran dalam konstruksi perumahan pribadi turun 1,4 persen pada bulan tersebut. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru