Dipanggil BEI Karena Gagal Bayar Bunga Obligasi, Ini Jawaban PT Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA)

- Pewarta

Kamis, 12 Juli 2018 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) terkait kondisi keuangan perusahaan karena gagal membayar utang obligasi dan sukuk yang telah jatuh tempo.

PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) terkait kondisi keuangan perusahaan karena gagal membayar utang obligasi dan sukuk yang telah jatuh tempo.

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia telah memanggil manajemen PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) terkait kondisi keuangan perusahaan karena gagal membayar utang obligasi dan sukuk yang telah jatuh tempo.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setya mengatakan pemanggilan dilakukan pada 9 Juli 2018 lalu. Manajemen AISA menjelaskan mengenai proses restrukturisasi pembayaran utang bunga obligasi dan sukuk.

“Direksi perusahaan sudah dateng dan mereka sudah menjawab rencananya restrukturisasi terhadap bunga. Bursa akan pastikan bahwa proses restruktirisasi akan berjalan,” tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain menanyakan proses restrukturisasi, BEI juga mempertanyakan tentang kabar diajukannya Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) oleh pemegang obligasinya TPS Food. Namun BEI belum mendapatkan jawaban pasti terkait hal itu.

“Berkembang arahnya PKPU. Namun ketika kami tanyakan kepada mereka, mereka masih menyiapkan jawaban iya atau tidak PKPU-nya. Kita tunggu sampai dengan besok karena meraka punya waktu 3 hari,” imbuhnya.

BEI masih belum mencabut suspensi sebelum ada kejelasan mengenai jalan keluar pembayaran utang obligasi tersebut.

BEI juga akan memastikan bahwa perusahaan masih memiliki pendapatan. Bukan hanya untuk menbayar utang dan bunga surat utang, tapi juga untuk operasional perusahaan.

“Sekarang kita berikan kesempatan mereka fokus dulu menyelesaikab restrukturusi. Misalnya PKPU jadi fokus. Pada titik tertentu akan kami lihat,” tegasnya. (mar)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru