Perdagangan Luar Negri Kalteng Alami Surplus 1,374 Miliar Dolar

- Pewarta

Kamis, 17 Januari 2019 - 07:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Palangka Raya – Neraca perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah (Kalteng) pada 2018 mengalami surplus sebesar 1,374 miliar dolar Amerika Serikat.

“Total nilai ekspor periode Januari hingga Oktober 2018 adalah sebesar 1,569 miliar dolar AS dan total nilai impor adalah sebesar 195,35 juta dolar AS,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalteng Muhammad Hatta di Palangka Raya, Rabu (16/1/2019).

Secara komulatif, total nilai ekspor Kalteng 2018 mengalami kenaikan sebesar 2,36 persen dibanding 2017 yang sebesar 1,533 miliar dolar AS.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Capaian ini cukup bagus, mengingat secara nasional neraca perdagangan luar negeri mengalami defisit,” katanya.

Hatta menyebutkan Kalteng mampu memberikan kontribusi nyata secara nasional sebagai provinsi penyumbang devisa negara dengan mencatat surplus yang cukup signifikan.

Negara tujuan ekspor terbesar Kalteng yakni Jepang dengan nilai total ekspor 601,36 juta dolar AS, disusul Tiongkok 301,10 juta dolar AS, India 218,55 juta dolar AS, Filipina 44,88 juta dolar AS serta Bangladesh 20,35 juta dolar AS.

“Jika dipresentasekan, Jepang adalah negara tujuan ekspor terbesar yaitu sebanyak 38,31 persen,” kata Hatta.

Komoditas ekspor Kalteng masih didominasi bahan bakar mineral yakni batubara dengan nilai total e919,71 juta dolar AS atau sebesar 58,59 persen.

Negara tujuan meliputi Jepang, Tiongkok, India dan Pakistan.

Sementara itu komoditas lainnya adalah minyak kelapa sawit atau (crude palm oil/CPO) dan turunannya sebesar 232,75 juta dolar AS, karet sebesar 102,22 juta dolar AS, bijih besi dan logam sebesar 92,65 juta dolar AS serta kayu dan barang dari kayu sebesar 91,34 juta dolar AS.

Ia menjelaskan, pihaknya memberikan pembinaan dan pendampingan teknis, edukasi, sosialisasi, dan fasilitasi dalam bidang ekspor impor.

“Selain itu, kami juga memprioritaskan promosi dagang terkait potensi ekspor Kalteng untuk usaha kecil, menengah, dan besar,” ujar Hatta. (kas/mah)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru