BPS : Perhiasan Dukung Kinerja Ekspor Nonmigas Oktober

- Pewarta

Kamis, 15 November 2018 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan peningkatan nilai ekspor perhiasan dan permata mendukung kinerja ekspor nonmigas yang tercatat pada Oktober 2018 sebesar 14,32 miliar dolar AS.

“Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Oktober terhadap September terjadi pada perhiasan dan permata sebesar 294,1 juta dolar AS,” kata Suhariyanto di Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Suhariyanto menambahkan barang nonmigas lainnya yang berkontribusi terhadap ekspor Oktober dibandingkan September adalah bahan bakar mineral yang meningkat sebesar 190,6 juta dolar AS dan alas kaki sebanyak 104,3 juta dolar AS.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski demikian, ekspor bahan bakar mineral pada Oktober 2018 tercatat paling besar yaitu mencapai 2,1 miliar dolar AS, diikuti kendaraan dan bagiannya sebesar 745,1 juta dolar AS serta perhiasan dan permata sebanyak 651,8 juta dolar AS.

Dalam periode ini, kata Suhariyanto, BPS juga mencatat adanya penurunan nilai ekspor nonmigas terutama pada komoditas seperti bijih, kerak dan abu logam sebesar 199,4 juta dolar AS, bubur kayu pulp sebanyak 74,3 juta dolar AS dan timah 68,7 juta dolar AS.

Secara keseluruhan, BPS mencatat nilai ekspor Indonesia pada Oktober 2018 sebesar 15,8 miliar dolar AS atau tumbuh tahun ke tahun (yoy) 3,59 persen, yang berasal dari ekspor minyak dan gas 1,48 miliar dolar AS serta ekspor nonmigas 14,32 miliar dolar AS.

Dari segi sektor, ekspor tertinggi berasal dari industri pengolahan yang mencapai 11,59 miliar dolar AS, pertambangan dan lainnya sebesar 2,41 miliar dolar AS, minyak dan gas 1,48 miliar dolar AS dan pertanian 0,32 miliar dolar AS.

Kinerja ekspor pada industri pengolahan ini tumbuh (yoy) 5,71 persen, namun ekspor sektor pertambangan mengalami penurunan (yoy) 1,58 persen, minyak dan gas turun (yoy) 0,44 persen dan sektor pertanian juga ikut turun (yoy) 9,52 persen. “Ekspor dari sektor pertanian turun, karena turunnya ekspor komoditas seperti kakao, sayur-sayuran dan mutiara hasil budidaya,” ujar Suhariyanto.

Negara tujuan ekspor nonmigas terbesar pada Oktober 2018 adalah China 2,17 miliar dolar AS, Amerika Serikat 1,53 miliar dolar AS dan India 1,33 miliar dolar AS, dengan kontribusi ekspor ke tiga negara tersebut mencapai 35,15 persen.

Dengan pencapaian ekspor Oktober, secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-Oktober 2018 mencapai 150,88 miliar dolar AS atau tumbuh (yoy) 8,84 persen, dengan ekspor nonmigas sebesar 136,65 miliar dolar AS atau meningkat (yoy) 8,73 persen. (sat)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru