Rupiah Kembali Melemah Imbas Kekhawatiran Bunga Fed

- Pewarta

Selasa, 13 November 2018 - 01:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (12/11/2018) sore ini melemah sebesar 167 poin menjadi Rp14.835 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.668 per dolar Amerika Serikat (AS), terimbas kekhawatiran kenaikan bunga bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) .

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Senin mengatakan dolar AS cenderung bergerak naik terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah, di tengah keyakinan pelaku pasar uang terhadap data inflasi AS yang akan naik.

BACA JUGA : Rupiah Senin Pagi Melemah Jadi Rp14.680

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Data inflasi AS akan dirilis pada pekan ini, diperkirakan menunjukkan kenaikan seiring meningkatnya harga konsumen pada bulan Oktober,” katanya.

Ia menambahkan peningkatan inflasi membuka peluang bagi Bank Sentral AS, Federal Reserve (Fed), untuk menaikan suku bunganya. Apalagi Fed pada awal bulan ini juga telah menyampaikan normalisasi kebijakan suku bunga masih dalam jalurnya.

“Pergerakan dolar AS cukup solid karena outlook kenaikan suku bunga AS dan data ekonomi AS yang optimis,” katanya.

Kendati demikian, menurut dia, penguatan dolar AS masih relatif terbatas terkendala pemilu sela AS yang hasilnya menimbulkan kemungkinan perubahan peta politik, dimana Partai Demokrat memenangi suara dalam DPR AS.

“Agenda legislatif Presiden AS Donald Trump dapat terhambat di parlemen,” katanya.

Sementara itu, pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk, Rully Nova, mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah masih relatif wajar setelah sempat menguat hingga menyentuh angka Rp14.400-an per dolar AS.

“Pergerakan rupiah dalam hariannya akan bervariasi seiring sentimen yang beredar di pasar. Data ekonomi nasional yang masih cukup baik masih menjaga kepercayaan pasar sehingga pelemahannya tidak lebih dalam,” katanya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini (12/11), tercatat mata uang rupiah melemah menjadi Rp14.747 dibanding sebelumnya (9/10) di posisi Rp14.632 per dolar AS.

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru