Bursa Australia Dibuka Melemah dengan Indeks ASX Turun 9,9 Poin

- Pewarta

Senin, 5 November 2018 - 06:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Sydney – Pasar saham di Bursa Australia dibuka lebih rendah pada perdagangan Senin (5/11/2018) pagi, mengikuti penurunan di Wall Street akhir pekan lalu, setelah angka pekerjaan AS dan dolar AS yang lebih kuat menekan sentimen para investor.

Pada pukul 10.15 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 9,9 poin atau 0,17 persen menjadi diperdagangkan di 5.839,3 poin, dan indeks All Ordinaries yang lebih luas merosot 8,1 poin atau 0,14 persen diperdagangkan pada 5.927,7 poin.

“Sebuah peningkatan besar mengejutkan dalam angka payrolls (penggajian) pekerja non-pertanian AS Oktober dan tingkat pertumbuhan upah yang lebih tinggi dengan mudah menghentikan pelemahan dolar AS pada Jumat malam,” kata Kepala strategi pasar CMC Markets & Stockbroking, Michael McCarthy, dalam catatan pagi kepada investor seperti dikutip Xinhua.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Greenback dan imbal hasil obligasi naik, dengan saham-saham jatuh karena angka-angka tampak mempertegas sikap pengetatan Federal Reserve AS, katanya.

“Meskipun Asia-Pasifik berjangka menunjuk ke awal yang lebih lemah untuk pasar regional, perdagangan mungkin tetap berhati-hati menjelang kalender pasar penuh minggu ini,” ucapnya.

Pemilu jangka menengah AS mendatang adalah faktor risiko utama untuk pasar, dengan setiap perubahan kontrol menjadi ancaman terhadap program stimulasi yang dijanjikan, tambah McCarthy.

Bank-bank besar Australia dibuka melemah, dengan ANZ turun 0,35 persen, Commonwealth Bank jatuh 1,11 persen dan National Australia Bank dan Westpac keduanya merosot turun 0,04 persen.

Raksasa pertambangan BHP turun 0,6 persen, sementara saingannya Rio Tinto bertambah 0,87 persen dan Woodside Petroleum turun 1,46 persen.

Wesfarmers menambahkan 0,44 persen dan jaringan supermarket saingannya Woolworths naik 0,52 persen.

Raksasa telekomunikasi Telstra turun 1,31 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas turun 1,32 persen dan kelompok bioteknologi CSL kehilangan 1,56 persen. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB