Bursa Australia Melemah Tertekan Biaya Pinjaman Tinggi

- Pewarta

Senin, 22 Oktober 2018 - 06:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Sydney – Pasar saham Australia dibuka lebih rendah pada perdagangan Senin pagi (22/10/2018) karena investor menghadapi biaya pinjaman atau suku bunga yang lebih tinggi dan tidak adanya data makro di awal pekan, saham-saham perbankan pun jatuh.

Pada pukul 10.15 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 36,4 poin atau 0,61 persen menjadi diperdagangkan di 5.903,1 poin, serta indeks All Ordinaries yang lebih luas merosot 35,1 poin, atau 0,58 persen menjadi pada 6.007,7 poin.

Sentimen pasar tampaknya akan menghadapi “tantangan lebih besar minggu ini” karena pembelian investor mungkin “dibatasi oleh biaya pinjaman yang lebih tinggi dan lebih sedikit berita stimulatif,” analis pasar CMC Markets and Stockbroking, Jonathen Chan mengatakan dalam catatan pagi kepada investor, seperti dikutip Xinhua.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pengawasan lebih besar” dapat ditempat pada laba perusahaan-perusahaan AS karena laporan laba perusahaan berlanjut tetapi “sensitivitas yang lebih tinggi” dalam harga saham terhadap laba perusahaan juga dapat berarti lebih banyak pembelian jika laporan perusahaan memberikan pertumbuhan, kata Chan.

Para investor mungkin masih condong ke sektor lain, jika saham teknologi tetap di bawah tekanan, tambahnya.

Bank-bank besar Australia dibuka melemah, dengan ANZ turun 0,65 persen, Commonwealth Bank jatuh 1,00 persen, National Australia Bank turun 0,47 persen dan Westpac tergelincir 0,82 persen.

Raksasa pertambangan BHP Billiton turun 1,31 persen sementara saingannya Rio Tinto merosot 0,62 persen, dan Woodside Petroleum merosot 0,86 persen.

Wesfarmers 0,32 persen lebih rendah, sementara jaringan supermarket saingannya Woolworths turun 0,57 persen.

Raksasa telekomunikasi Telstra merosot 0,32 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas bertambah 1,97 persen dan kelompok bioteknologi CSL kehilangan 0,46 persen. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB