Dolar AS Menguat Didukung Risalah Pertemuan Terakhir Fed

- Pewarta

Kamis, 18 Oktober 2018 - 06:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis pagi (18/10/2018), karena investor mempertimbangkan risalah dari pertemuan Federal Reserve AS pada Semptember yang baru dirilis.

Risalah yang dirilis pada sore hari menunjukkan bahwa bank sentral AS tetap yakin perlu memperketat kebijakan moneter untuk menjaga ekonomi tetap stabil.

“Para peserta umumnya mengantisipasi bahwa peningkatan bertahap lebih lanjut dalam kisaran target untuk suku bunga federal fund (federal funds rate/FFR) kemungkinan besar akan konsisten dengan ekspansi ekonomi yang berkelanjutan, kondisi pasar tenaga kerja yang kuat dan inflasi mendekati dua persen dalam jangka menengah,” kata risalah.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“The Fed berkeinginan untuk melanjutkan menaikkan suku bunga, tetapi suku bunga fed fund sekarang memasuki wilayah yang tidak pasti di mana tidak dapat lagi dicirikan sebagai selalu akomodatif. Implikasinya adalah keputusan tingkat suku bunga mendatang akan didasarkan pada data yang masuk,” kata Chris Low, kepala ekonom di FTN Financial.

Di bidang ekonomi, “housing starts” (rumah yang baru dibangun) yang dimiliki secara pribadi AS pada September berada pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 1.201.000 unit, Departemen Perdagangan mengumumkan Rabu (17/10).

Angka tersebut 5,3 persen di bawah perkiraan Agustus yang direvisi sebesar 1.268.000 unit, tetapi 3,7 persen di atas tingkat September 2017 pada 1.158.000 unit.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, meningkat 0,55 persen menjadi 95,5746 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1506 dolar AS dari 1,1577 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3121 dolar AS dari 1,3191 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7116 dolar AS dari 0,7138 dolar AS.

Dolar AS dibeli 112,48 yen Jepang, lebih tinggi dari 112,18 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik ke 0,9949 franc Swiss dari 0,9899 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3012 dolar Kanada dari 1,2938 dolar Kanada. (pep)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru