Wall Street Menguat, Jelang Data Inflasi Utama AS

- Pewarta

Selasa, 11 Juli 2023 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Susana bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Susana bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITENTiga indeks utama saham di Bursa Wall Street Wall menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), menjelang data inflasi utama minggu ini dan pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik189,55 poin atau 0,56% menjadi 34.066,33 poin. Indeks S&P 500 menguat 40,07 poin atau 0,93% menjadi berakhir di 4.338,93 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 202,78 poin atau 1,53% menjadi ditutup pada 13.461,92 poin.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor teknologi dan konsumer non primer memimpin kenaikan, masing-masing menguat 2,07% dan 1,74%. Sementara itu, sektor energi dan utilitas memimpin penurunan dengan masing-masing melemah 0,97% dan 0,17%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham-saham AS mempertahankan momentum bullish pada Senin (10/7/2023), dengan S&P 500 dan Nasdaq melonjak ke level penutupan tertinggi sejak April 2022.

Perusahaan teknologi besar terus memimpin kenaikan ekuitas karena saham Tesla naik untuk sesi ke-12 berturut-turut dan Apple menyentuh level tertinggi sepanjang masa. Oracle terkerek sekitar 6% dan mencapai rekor tertinggi sebelum melaporkan hasil yang lebih baik dari perkiraan pada kuartal keempat.

Pasar saham memperpanjang reli baru-baru ini ketika investor menunggu data inflasi dan keputusan suku bunga Federal Reserve minggu ini. Indeks harga konsumen (IHK) untuk Mei akan dipublikasikan pada Selasa, dengan investor berharap untuk melihat angka IHK tahunan turun lebih lanjut. Selasa juga akan menandai hari pertama pertemuan kebijakan dua hari The Fed.

Banyak analis percaya bank sentral akan melewatkan kenaikan suku bunga ketika mengumumkan keputusan kebijakan moneter pada Rabu (12/7/2023).

“Reli pasar sepertinya tidak ingin berhenti, yang berarti Wall Street tampak yakin bahwa Fed tidak akan memberikan kenaikan suku bunga ke-11 berturut-turut minggu ini,” kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, pemasok layanan perdagangan daring multi-aset.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memiliki kemungkinan sekitar 80% untuk menghentikan kenaikan suku bunga dalam pertemuan kebijakan moneter mendatang, menurut data dari CME FedWatch Tool.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB