Minyak Rebound, setelah China Pangkas Suku Bunga

- Pewarta

Rabu, 14 Juni 2023 - 08:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Pipa angguk untuk eksplorasi minyak/Dok.

Foto ilustrasi: Pipa angguk untuk eksplorasi minyak/Dok.

MEDIA EMITEN Harga minyak mentah rebound kuat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), naik lebih dari 3% dari penurunan tajam sesi sebelumnya, ditopang harapan meningkatnya permintaan bahan bakar setelah bank sentral China memangkas suku bunga pinjaman jangka pendek untuk pertama kalinya dalam 10 bulan.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli melesat US$ 2,30 dolar AS atau 3,43% menjadi US$ 69,42 per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus melonjak US$ 2,45 atau 3,41% menjadiUS$ 74,29 per barel di London ICE Futures Exchange.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks harga konsumen (IHK) AS membukukan pertumbuhan tahun-ke-tahun sebesar 4% pada Mei, level terendah sejak Maret 2021, menurut data yang dikeluarkan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS, semalam.

Sementara itu, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk menghentikan kenaikan suku bunga dalam pertemuan kebijakan moneter dua hari yang dimulai Selasa (13/6/2023).

Sebagian besar pelaku pasar memperkirakan Fed akan membiarkan suku bunga tidak berubah, terutama setelah data menunjukkan harga konsumen AS hampir tidak naik pada Mei.

Rebound harga minyak mungkin juga memiliki dukungan teknis, dengan harga minyak diperdagangkan di sekitar posisi terendah 2023 menjelang rilis data IHK, menurut Erlam. 

Minyak WTI rebound karena China menurunkan suku bunga pinjaman jangka pendeknya untuk memberikan dukungan tambahan bagi perekonomian, kata Vladimir Zernov, analis pemasok informasi pasar FX Empire.

Bank sentral China menurunkan suku bunga reverse repo tujuh hari dari 2% menjadi 1,9% pada Selasa (13/6/2023) di tengah upayanya untuk meningkatkan penyesuaian counter-cyclical dan menopang ekspektasi pasar.

Pemotongan suku bunga China bertujuan untuk menambah momentum pemulihan pasca-pandemi yang ragu-ragu di ekonomi terbesar kedua di dunia dan importir minyak mentah terbesar itu.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB