MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street, AS, ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi), mencatatkan kenaikan bulanan untuk April.
Indeks dow Jones Industrial Average ditutup naik 272 poin atau 0,8% menjadi 34.098,16. S&P 500 juga memenguat 0,83% menjadi 4.169,48, sementara Nasdaq Composite naik 0,69% menjadi 12.226,58 ditopang laporan keuangan teknologi terbaru.
Dow berhasil mencetak kenaikan 2,5% sepanjang April, yang merupakan performa bulanan terbaiknya sejak Januari, ketika indeks ini naik 2,8%. S&P 500 juga berhasil mengalami kenaikan 1,5% dalam sebulan ini – kenaikan bulanan keduanya berturut-turut, sementara Nasdaq hanya naik sedikit sepanjang bulan ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara mingguan, Nasdaq mencatatkan kinerja terbaik, naik 1,3%. Dow dan S&P 500 masing-masing naik sekitar 0,9% dalam seminggu ini.
Lebih dari setengah perusahaan S&P 500 telah melaporkan pendapatan mereka. Dari perusahaan-perusahaan tersebut, 80% berhasil mengalahkan ekspektasi, menurut data dari FactSet. Tingkat ini hampir sama dengan rata-rata tiga tahun terakhir, menurut data dari The Earnings Scout.
Saham Amazon turun hampir 4%, menyusul hasil laporan kuartal I-2023. Emiten e-commerce itu mengatakan bisnis cloud mereka melambat, meski berhasil mengalahkan ekspektasi pasar untuk pendapatan bulan kuartal ini.
Namun, tidak semua saham teknologi turun setelah rilis laporan keuangan. Saham Intel naik 4% setelah perusahaan semikonduktor ini berhasil mengalahkan perkiraan untuk pendapatan dan laba bersih.
Baca Juga:
Hikvision Hadirkan Guanlan Encoding, Teknologi AI yang Pangkas Biaya Penyimpanan Video hingga 50%
Data yang dirilis pada Jumat pagi menunjukkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi naik 0,3% pada Maret, sesuai dengan ekspektasi ekonom. Indeks ini adalah pengukur inflasi utama bagi Federal Reserve, yang memiliki pertemuan kebijakan pada minggu depan.
Sementara itu, saham First Republic Bank anjlok lebih dari 43%, setelah laporan hasil paling mungkin bagi bank regional itu adalah Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) mengambil alih kepemilikannya. Harga saham tersebut telah turun lebh dari 97% dalam pekan ini.







