MEDIA EMITEN – Harga emas anjlok pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), gagal menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa level US$ 2.080 pada Agustus 2020, karena pernyataan hawkish pejabat Federal Reserve.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, anjlok US$ 39,50 atau 1,92% menjadi US$ 2.015,80 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di US$ 2.061,60 dan terendah sesi di US$ 2.006,00 per ounce.
Dolar AS menguat setelah Gubernur Federal Reserve Christopher Waller, dalam sebuah pidatonya pada Jumat (14/4) mengatakan dia menginginkan lebih banyak pengetatan moneter meskipun ada bukti bahwa inflasi di Amerika Serikat turun dari tertinggi empat dekade.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut dia, kebijakan moneter harus tetap ketat untuk jangka waktu yang cukup lama, dan lebih lama dari yang diantisipasi pasar. Suku bunga yang lebih tinggi menguntungkan dolar, sementara emas yang merupakan aset lindung nilai, tidak memberikan imbal hasil apa-apa.
“Dalam jangka pendek, emas bisa tetap sangat fluktuatif di kedua arah di sini,” kata Ed Moya, analis platform perdagangan daring OANDA.
Terlepas dari kemunduran terbaru emas, Moya mengatakan ada cukup alasan bagi investor untuk tetap positif di aser safe haven ini.
Sementara itu, Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CNBC pada Jumat (14/4) bahwa resesi AS mungkin terjadi karena kenaikan tajam suku bunga Federal Reserve selama setahun terakhir menyaring sepenuhnya perekonomian. Dia mendesak bank sentral untuk berhati-hati dalam mengambil kebijakan.
Baca Juga:
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
CGTN: Awal yang Solid dalam Repelita Ke-15 Tiongkok, Apa Maknanya?
Dalam sebuah wawancara dengan Reuters pada Jumat (14/4), Presiden Federal Reserve Atlanta Raphael Bostic mengatakan bahwa satu lagi kenaikan suku bunga seperempat poin persentase dapat memungkinkan Federal Reserve untuk mengakhiri siklus pengetatannya dengan keyakinan bahwa inflasi akan terus kembali ke target bank sentral 2%.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 46,50 sen atau 1,79% menjadi US$ 25,46 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli merosot US$ 11,50 atau 1,08% menjadi US$ 1.054,00 per ounce.







