Rugi WSKT Makin Bengkak, Jadi Rp 1,899 Triliun

- Pewarta

Sabtu, 8 April 2023 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: PT Waskita Karya Tbk (WSKT)/Dok

Foto ilustrasi: PT Waskita Karya Tbk (WSKT)/Dok

MEDIA EMITEN – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mencatatkan rugi bersih Rp1,899 triliun pada tahun 2022, atau bengkak 73,2% dibanding tahun 2021 yang tercatat Rp 1,096 triliun. Akibatnya, defisit sentuh Rp8,214 triliun.

Emiten konstruksi ini mencatatkan arus kas digunakan untuk aktivitas operasi Rp 106,58 miliar. Pasalnya, penerimaan dari pelanggan hanya Rp 18,436 triliun, namun pengeluaran kas kepada pemasok mencapai Rp 16,001 triliun.

Keuangan WSKT makin terbeban dengan beban keuangan Rp2,003 triliun, Pengeluaran kas karyawan dan direksi Rp 724,54 miliar dan pembayaran pajak Rp181,6 miliar.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua hal itu mendorong Akuntan Publik pemeriksa laporan keuangan tahun 2022 meragukan kelangsungan usaha WSKT.

“Kondisi tersebut mengindikasikan adanya ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan WSKT untuk mempertahankan kelangsungan usahanya,” tulis Henri Arifian, Akuntan Publik dari KAP Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo dan Rekan dalam laporan auditnya bagian dari laporan keuangan yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia(BEI), Jumat 7 April 2023.

WSKT telah menerangkan langkah untuk keluar dari situasi tersebut dengan cara melakukan right issue tahun 2023 untuk menampung PMN sebelum 30 Juni 2023, mengulur waktu pembayaran utang jatuh tempo 7 Februari 2023 menjadi 15 Juni 2023, memohon waiver atas pelanggaran covenant ISCR pada kreditur bank sindikasi.

Selain itu, manajemen WSKT juga akan menghentikan sementara waktu proyek-proyek bermasalah, memperoleh persetujuan dari bank-bank kreditur untuk melepaskan pembatasan penggunaan kas untuk kegiatan operasional dan mengajukan kepada Kantor Pajak permohonan penangguhan dan keringanan dalam penyelesaian kewajiban PPN untuk periode 2021 dan 2022.

Meskipun demikian, pendapatan usaha tumbuh 25,1% menjadi Rp15,302 triliun yang ditopang peningkatan jasa konstruksi sebesar 33,4% menjadi Rp 13,561 triliun. Senada, pendapatan jalan tol terkerek 18,1% menjadi Rp916,56 miliar. Tapi penjualan precast menyusut 9,4% menjadi Rp344,71 miliar.

Sayangnya, beban pokok pendapatan bengkak 34,1% menjadi Rp13,853 triliun. Dampakanya, laba kotor melorotn 23,6% menjadi Rp1,449 triliun.

Terlebih, beban keuangan mencapai Rp4,286 triliun. Akibatya, WSKT menderita rugi sebelum pajak Rp1,24 triliun.

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru