MEDIA EMITEN – Harga emas terkoreksi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), menyusul aksi ambil untung dari kenaikan dua sesi berturut-turut karena dolar AS menguat. Namun emas tetap bertengger di atas level psikologi US$ 2.000 per ounce.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, melemah US$ 2,60 atau 0,13% menjadi US$ 2.035,60 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di US$ 2.049,20 dan terendah di US$ 2.026,10.
Para analis pasar mencatat bahwa secara teknikal membantu menjaga emas di atas dukungan psikologis penting US$ 2.000 per ounce.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Data ekonomi yang dirilis pada Rabu (4/4/2023) juga mendukung emas. The Automated Data Processing Inc. melaporkan bahwa gaji swasta AS naik 145.000 pada Maret, turun dari 261.000 pada Februari dan jauh di bawah perkiraan para ekonom sebesar 210.000.
Indeks Aktivitas Bisnis PMI (Indeks Manajer Pembelian) Jasa-jasa AS final dari S&P Global yang disesuaikan secara musiman tercatatr 52,6 pada Maret, naik dari 50,6 pada Februari tetapi di bawah perkiraan pasar 53,8.
Sementara itu, Institute of Supply Management (ISM) melaporkan bahwa indeks manajer pembelian jasa-jasa tercatat pada 51,2% pada Maret, 3,9% lebih rendah dari pembacaan Februari sebesar 55,1%.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 6,40 sen atau 0,25% menjadi ditutup pada US$ 25,037 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun US$ 21,60 atau 2,1% menjadi US$ 1.007,40 per ounce.






