MEDIA EMITEN – Federal Reserve (Fed) menyuntikkan likuiditas sekitar USD164,8 miliar ke dalam sistem perbankan AS pada sepekan terakhir. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi tekanan pada sistem keuangan setelah keruntuhan Silicon Valley Bank (SVB).
Data yang diterbitkan oleh Fed menunjukkan fasilitas pinjaman The discount window telah mengucurkan dana sebesar US$ 152,85 miliar untuk mendukung likuiditas tradisional perbankan pada pekan yang berakhir 15 Maret. Ini menjadi peningkatan dramatis dibandingkan sekitar US$ 5 miliar dari minggu sebelumnya.
Angka ini juga menjadi rekor tertinggi sepanjang masa karena sebelumnya ketika krisis keuangan 2008 hanya US$ 111 miliar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Industri perbankan juga mengakses pinjaman sebesar US$11,9 miliar melalui Bank Term Funding Program yang baru-baru ini diluncurkan the Fed.
Sektor perbankan AS bergejolak setelah kolapsnya Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank.
“Ini sesuai dengan apa yang kami prediksi,” kata Michael Gapen,ekonom Bank of America Securities di New York. Dilansir dari Bloomberg pada Jumat 17 Maret 2023.
Bank sentral AS telah meluncurkan skema bersama Departemen Keuangan dan Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) pada Minggu (12/3) malam. Pasalnya, pihak berwenang berupaya mencegah bank lain mengalami masalah likuiditas yang pada akhirnya menghancurkan SVB California.
Baca Juga:
Hisense Berkolaborasi dengan “Phantom Blade Zero”, Hadirkan Pengalaman Gim RGB Generasi Baru
Hikvision Umumkan Kinerja Keuangan Periode 2025 dan Triwulan I-2026
TOKOH PENDIDIKAN GLOBAL BERKUMPUL DI SINGAPURA DALAM KONFERENSI PENTING YANG MEMBAHAS PERAN AI
The Fed juga mengambil langkah-langkah untuk memperluas jaring pengaman. The Fed ingin menjamin bank-bank AS memiliki cukup likuiditas.
Pada hari-hari sejak keruntuhan SVB, sejumlah pemberi pinjaman regional yang dipimpin oleh First Republic Bank telah melihat harga saham mereka anjlok karena kekhawatiran tentang kesehatan keuangan jangka panjang lembaga tersebut.
Pasar merespons secara positif setelah konsorsium 11 bank terbesar Amerika termasuk Bank of America, Goldman Sachs, dan JPMorgan Chase mengumumkan pihaknya menyetor US$ 30 miliar ke First Republic Bank.
Kelompok tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tindakan mereka mencerminkan apa yang disebutnya sebagai kepercayaan pada sistem perbankan negara.






