MEDIA EMITEN – Harga emas anjlok pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), menghentikan kenaikan empat sesi berturut-turut menjadi berada di bawah level psikologis US$ 1.800 dolar AS karena aksi ambil untung setelah greenback menguat menjelang keputusan suku bunga oleh Federal Reserve.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, anjlok US$ 18,40 atau 1,02% menjadi US$ 1.792,30 per ounce, setelah mencapai terendah sesi di US$ 1.790,50 yang merupakan level terendah sejak 7 Desember.
Di sisi lain, dolar AS menguat karena pelaku pasar menunggu laporan inflasi utama AS dan pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,31 persen menjadi 105,1310.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Investor menunggu pembacaan indeks harga konsumen (IHK) AS untuk November yang akan dirilis pada Selasa waktu setempat dan keputusan Federal Reserve tentang suku bunga pada Rabu untuk petunjuk tentang langkah selanjutnya untuk emas.
Bank Sentral Eropa (ECB), Bank Sentral Inggris (BoE), dan Bank Sentral Swiss (SNB) juga akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter dan membuat pengumuman suku bunga minggu ini.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 31,4 sen atau 1,32% menjadi US$ 23,403 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun US$ 28,20 atau 2,72% menjadi US$ 1.008 per ounce.







