Wall Street Merosot Jelang Data Pekerjaan AS

- Pewarta

Jumat, 4 November 2022 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustras: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustras: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street merosot pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Pasar menunggu data pekerjaan utama di Amerika Serikat (AS) dan juga mencerna langkah hawkish The Fed.

Pernyataanl Ketua The Fed Jerome Powell bahwa terlalu dini untuk berpikir tentang mengubah arah kebijakan, memberi sinyak Bank Sentral AS masih agresif. Langkah itu diikuti bank sentral Inggris (BoE) yang menaikkan bunga acuan 0,75%.

Dow Jones Industrial Average kehilangan 0,5% menjadi ditutup pada 32.001,25. S&P 500 berbasis luas turun 1,1% menjadi 3.719,89, sedangkan Nasdaq Composite Index yang kaya teknologi turun 1,7% menjadi 10.342,94.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur Fed Jerome Powell berjanji untuk terus memerangi inflasi dengan kenaikan suku bunga lebih lanjut selama konferensi pers yang dianggap hawkish oleh pengamat pasar.

Investor akan mengamati laporan ketenagakerjaan AS yang akan dirilis hari ini untuk tanda-tanda pendinginan dalam perekonomian, sementara angka inflasi yang akan dirilis minggu depan akan menjadi wild card, tambah Ablin.

Di antara perusahaan perseorangan, saham produsen chip Qualcomm jatuh 7,7% karena perusahaan menurunkan perkiraan untuk penjualan ponsel pintar. Prospek membebani raksasa ponsel pintar Apple, yang sahamnya turun 4,2%.

Di antara perusahaan lain yang merilis laporan keuangan, saham eBay naik 2,0% sementara Marriott International turun 4,3%.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru