MEDIA EMITEN – Aliran sana asing terus masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mencatatkan pembelian bersih (net foreign buy) sebesar 1,4 triliun di seluruh pasar, dan Rp 903,36 miliar di pasar reguler pada perdagangan Senin 24 Oktober 2022.
Hal ini mendorong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup naik 35,27 poin atau 0,5% kelevel 7.053,04. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 6,15 poin atau 0,61% ke posisi 1.006,5.
Saham-saham yang banyak dibeli asing antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 446,1 miliar, PT Tellkom Indonesia (TLKM) sebesar Rp 155,7 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 143 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 77 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp69,7 miliar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sentimen positif IHSG juga ditopang oleh rilis data investasi langsung (foreign direct investment/FDI) FDI yang meningkat signifikan ke level tertingginya, yakni dari sebelumnya 39,7% menjadi 63,6%.
Penanaman Modal Asing Langsung atau Foreign Direct Investment (FDI), tidak termasuk investasi di sektor perbankan dan migas, melonjak 63,6% (yoy) pada kuartal III 2022 menjadi Rp168,9 triliun (10,83 miliar dolar AS), lebih tinggi dari kuartal II 2022 yang tumbuh 39,7% (yoy).
Singapura menjadi top investor, diikuti oleh China, Hong Kong, Jepang, dan Malaysia. Sementara logam dasar, transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi, merupakan sektor yang dilirik.
Penguatan FDI juga dinilai menjadi cerminan bahwa fundamental dalam negeri dipandang masih cukup baik
Baca Juga:
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor meningkat dengan sektor keuangan naik paling tinggi 1,52%, diikuti sektor perindustrian dan sektor kesehatan masing-masing naik 1,28% dan 0,96%.
Sedangkan tiga sektor terkoreksi dengan sektor teknologi turun paling dalam 0,84%, diikuti sektor infrastruktur dan sektor properti & real estat masing-masing turun 0,68% dan 0,1%.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BBYB, SRAJ, AGRO, BNBR, dan HDIT. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni EAST, CAKK, COAL, DEWI, dan GOTO.
Untuk saham-saham LQ45 yang mengalami penguatan terbesar yaitu BBCA, BBRI, BBNI, TLKM, dan ASII. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni GOTO, BMRI, TBIG, ADRO, dan BRPT.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.297.467 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,84 miliar lembar saham senilai Rp13,23 triliun. Sebanyak 301 saham naik, 245 saham menurun, dan 151 tidak bergerak nilainya.
Baca Juga:
Whale Cloud Gandeng AGIBOT guna Mempercepat Ekspansi “Embodied AI” di Pasar Global
Diaspora Tionghua Dunia Gelar Ritual Bersama Menghormati Kaisar Kuning Xuanyuan di Henan
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei meningkat 84,32 atau 0,31% ke 26.974,9, Indeks Hang Seng turun 1.030,43 atau 6,36% ke 15.180,69, dan Indeks Shanghai terkoreksi 61,37 poin atau 2,02% ke 2.977,56.








