MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street kembali terkoreksi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), tertekan oleh momentum lanjutan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS yang makin tinggi.
Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 90,22 poin atau 0,3% menjadi 30.333,59 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 29,38 poin atau 0,8% menjadi 3.665,78 poin. Nasdaq Composite turun 65,67 poin atau 0,61% menjadi 10.614,84 poin.
Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor utilitas dan industri masing-masing turun 2,51% dan 1,91% , memimpin penurunan. Sementara itu, sektor jasa-jasa komunikasi naik 0,36%, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang menjadi acuan melanjutkan kenaikannya ke atas 4,2% pada Kamis waktu AS, level tertinggi sejak 2008. Imbal hasil pada surat utang pemerintah 2-tahun yang sensitif terhadap kebijakan juga menguat.
Pasar ekuitas biasanya bergerak negatif dengan imbal hasil obligasi, karena imbal hasil obligasi yang lebih tinggi akan membuat investasi ekuitas menjadi kurang menarik.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, semalam, bahwa klaim pengangguran awal negara itu, cara kasar untuk mengukur PHK, turun 12.000 menjadi 214.000 dalam pekan yang berakhir 15 Oktober. Para ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan klaim baru menjadi total 230.000.
The Conference Board yang berbasis di New York mengatakan indeks ekonomi terkemuka AS turun 0,4% pada September dan lintasan penurunan yang terus-menerus dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan “resesi semakin mungkin terjadi sebelum akhir tahun.”







