Emas Anjlok, Tertekan Penguatan Dolar AS

- Pewarta

Selasa, 11 Oktober 2022 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Harga emas merosot tertekan penguatan dolar AS/Dok.

Foto ilustrasi: Harga emas merosot tertekan penguatan dolar AS/Dok.

MEDIA EMITEN – Harga emas anjlok pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), memperpanjang kerugian untuk sesi ketiga berturut-turut. Emas tertekan oleh penguatan dolar AS karena kekhawatiran The Fed masih tetap hawkish dalam kebijakan suku bunganya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, anjlok US$ 34,10 atau 1,99% menjadi US$ 1.675,20 per ounce. Emas diperdagangkan menyentuh level tertinggi sesi di US$ 1.707,40 dan terendah US$ 1.672,50.

Dolar AS menguat untuk sesi keempat berturut-turut dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,31% menjadi 113.1450 ketika pelaku pasar menunggu laporan inflasi utama AS.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pedagang sedang menunggu indeks harga konsumen AS untuk September yang akan dirilis pada Kamis. Investor khawatir bahwa data dapat meningkatkan tekanan pada Federal Reserve untuk terus menaikkan suku bunga secara agresif, kemungkinan kenaikan suku bunga 75 basis poin lagi pada pertemuan bank sentral November.

Emas juga melihat sedikit permintaan safe haven di tengah memburuknya kondisi geopolitik di Eropa dan Asia. Dolar, di sisi lain, naik tajam setelah laporan pekerjaan pada akhir pekan, dan tetap terjepit di dekat level tertinggi 20 tahun.

Kekhawatiran eskalasi dalam perang Rusia-Ukraina meningkat setelah ledakan jembatan penting antara Rusia dan Krimea, yang Presiden Vladimir Putin menyalahkan Ukraina.

Ketegangan di semenanjung Korea juga meningkat setelah Korea Utara menembakkan dua rudal balistik pada Minggu (9/10), menyusul latihan militer AS di wilayah tersebut. Berita itu tidak banyak mendorong emas, mengingat dolar sebagian besar telah mengambilalih emas sebagai pilihan tempat investasi aman tahun ini.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 64 sen atau 3,16% menjadi US$ 19,615 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun US$ 22,10 atau 2,41% menjadi US$ 895,80 per ounce.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB