MEDIA EMITEN – Saham-saham sektor energi menguat seiring kenaikan harga komoditas yang berhasil menganngkat IHSG naik 62,54 poin atau 0,89% menjadi 7.072,26 pada penutupan perdagangan Selasa 4 Oktober 2022.
Penguatan IHSG disertai aksi beli oleh investor asing (net buy) saham senilai Rp 604,89 miliar di seluruh pasar. Saham yang diburu asing antara lain, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 317,95 miliar, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 175,71 miliar, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Rp 89,09 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 80,96 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 57,19 miliar.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor meningkat dimana sektor energi naik paling tinggi yaitu 3,18%, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor barang baku masing-masing 2,17%, dan 2%. Sedangkan dua sektor terkoreksi yaitu sektor teknologi dan sektor kesehatan masing-masing sebesar minus 0,25% dan minus 0,17%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Indeks saham di Asia sore ini ditutup naik seiring dengan semakin kuatnya spekulasi bahwa gelombang pengetatan kebijakan moneter global akan segera berakhir,” tulis Tim Riset Phillip Sekuritas dalam ulasannya.
Spekulasi tersebut munculnya usai bank sentral Australia (RBA) menaikkan suku bunga dengan laju yang lebih kecil dari ekspektasi pasar.
RBA menaikkan suku bunga acuan cash rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 2,6%, lebih rendah dari estimasi kenaikan suku bunga 50 bps. Itu adalah kenaikan suku bunga ke enam kali secara beruntun oleh RBA dalam usahanya mengendalikan inflasi.
Sebelumnya, RBA sudah empat kali menaikkan suku bunga sebesar 50 bps dan satu kenaikan suku bunga sebesar 25 bps di bulan Mei.
Baca Juga:
RBA memutuskan memperlambat laju pengetatan kebijakan moneter karena suku bunga cash rate dinilai sudah naik terlalu tinggi dalam waktu yang singkat.
Sementara itu, data ISM Manufacturing Index AS yang dirilis semalam juga memberi harapan bahwa bank sentral AS The Federal Reserve akan memperlambat pengetatan kebijakan moneter karena kenaikan suku bunga yang secara kumulatif mencapai 3% sudah mulai berdampak pada ekonomi AS.
Dibuka menguat, IHSG menghabiskan waktu di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah berada di teritori positif sampai penutupan bursa saham.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu IPPE, BRMS, HDIT, PCAR, dan BABP. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BKDP, WIRG, KIOS, BAPA, dan COAL.
Baca Juga:
Asian Beach Games ke-6 di Sanya Resmi Berakhir, Tim China Menempati Posisi Teratas Klasemen Medali
CMEF 2026 Resmi Ditutup di Shanghai, Tampilkan Inovasi Medis Global dan Tren Industri Masa Depan
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.314.129 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,76 miliar lembar saham senilai Rp13,42 triliun. Sebanyak 373 saham naik, 167 saham menurun, dan 156 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 776,42 poin atau 2,96% ke 26.992,21 dan indeks Straits Times meningkat 31,81 poin atau 1,02% ke 3.138,9. Sedangkan bursa saham China dan Hong Kong libur.








