MEDIA EMITEN – Emas makin meredu, harganya terus merosot di bawah level psikologis baru US$ 1.650 pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi). Reli dolar tidak menunjukkan tanda-tanda melambat mencapai tertinggi baru 20 tahun dipicu pernyataan pejabat Federal Reserve yang hawkish untuk mengendalikan inflasi.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, merosot US$ 22,20 atau 1,34% menjadi US$ 1.633,40 per ounce, setelah mencapai tertinggi sesi di US$ 1.657,20 dan terendah US$ 127,70 per ounce.
Emas ditutup pada harga terendah sejak 1 April 2020, karena indeks dolar AS melonjak ke level tertinggi baru 20 tahun dan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun terangkat ke level tertinggi sejak 2010.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Serangkaian kenaikan suku bunga oleh bank-bank sentral pekan lalu telah menempatkan emas di bawah tekanan berat. Investor sekarang menunggu serangkaian data inflasi AS yang akan dirilis minggu ini.
Dengan tidak adanya prospek bank-bank sentral mengubah arah pengetatan kebijakan moneter agresif mereka dalam beberapa bulan mendatang, prospek jangka menengah untuk emas terlihat suram, menurut analis pasar.
Indeks Aktivitas Nasional Fed Chicago turun ke nol pada Agustus dari revisi 0,29 pada Juli, menunjukkan ekonomi berkembang pada laju pertumbuhan rata-rata historisnya.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 43 sen atau 2,27% menjadi US$ 18,48 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun US$ 8,60 atau 1% menjadi US$ 850,10 per ounce.







