Wall Street Bervariasi, Pasar Tunggu Data Pekerjaan

- Pewarta

Jumat, 5 Agustus 2022 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Saham Wall Street ditutup bervariasu pada Kamis (Jumat pagi WIB) menjelang data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) dan setelah bank sentral Inggris (BoE) menjadi bank sentral terbaru yang memperketat pasokan moneter karena inflasi.

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,3% pada 32.726,82. S&P 500 berbasis luas tergelincir 0,1% menjadi 4.151,94, sedangkan Nasdaq Composite Index yang kaya teknologi naik 0,4% untuk mengakhiri hari di 12.720,58.

BoE menaikkan suku bunga utamanya sebesar 0,5% menjadi 1,75%, kenaikan suku bunga terbesar sejak 1995. Bank sentral itu juga memperkirakan resesi panjang di tengah ketidakpastian pasokan energi karena serangan militer Rusia ke awan Ukraina.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini mengikuti serangkaian langkah serupa oleh bank sentral lainnya, termasuk Federal Reserve (Fed), yang akan meneliti data pekerjaan resmi pemerintah yang dirilis Jumat waktu setempat.

Ketidakpastian tentang rencana The Fed pada pertemuan 21 September 2022 membuat investor tetap waspada. “Wall Street telah mendengar cukup banyak dari The Fed untuk mengetahui bahwa kita terjebak dalam mode wait and see selama 48 hari ke depan,” kata Edward Moya dari Oanda, Jumat.

Di antara saham individu, saham Warner Brothers Discovery naik 4,6% setelah mengumumkan menunda adaptasi film ‘Batgirl”. Langkah tersebut tampaknya mencerminkan perubahan dalam strategi perusahaan setelah merger antara Warner Bros. dan Discovery.

Tapi saham Walmart turun 3,7% menyusul laporan Wall Street Journal bahwa peritel raksasa itu memangkas ratusan pekerjaan perusahaan dalam restrukturisasi, setelah baru-baru ini memangkas perkiraan labanya karena konsumen mengubah pola pembelian karena inflasi.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru