MEDIA EMITEN – Saham Wall Street ditutup bervariasu pada Kamis (Jumat pagi WIB) menjelang data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) dan setelah bank sentral Inggris (BoE) menjadi bank sentral terbaru yang memperketat pasokan moneter karena inflasi.
Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,3% pada 32.726,82. S&P 500 berbasis luas tergelincir 0,1% menjadi 4.151,94, sedangkan Nasdaq Composite Index yang kaya teknologi naik 0,4% untuk mengakhiri hari di 12.720,58.
BoE menaikkan suku bunga utamanya sebesar 0,5% menjadi 1,75%, kenaikan suku bunga terbesar sejak 1995. Bank sentral itu juga memperkirakan resesi panjang di tengah ketidakpastian pasokan energi karena serangan militer Rusia ke awan Ukraina.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini mengikuti serangkaian langkah serupa oleh bank sentral lainnya, termasuk Federal Reserve (Fed), yang akan meneliti data pekerjaan resmi pemerintah yang dirilis Jumat waktu setempat.
Ketidakpastian tentang rencana The Fed pada pertemuan 21 September 2022 membuat investor tetap waspada. “Wall Street telah mendengar cukup banyak dari The Fed untuk mengetahui bahwa kita terjebak dalam mode wait and see selama 48 hari ke depan,” kata Edward Moya dari Oanda, Jumat.
Di antara saham individu, saham Warner Brothers Discovery naik 4,6% setelah mengumumkan menunda adaptasi film ‘Batgirl”. Langkah tersebut tampaknya mencerminkan perubahan dalam strategi perusahaan setelah merger antara Warner Bros. dan Discovery.
Tapi saham Walmart turun 3,7% menyusul laporan Wall Street Journal bahwa peritel raksasa itu memangkas ratusan pekerjaan perusahaan dalam restrukturisasi, setelah baru-baru ini memangkas perkiraan labanya karena konsumen mengubah pola pembelian karena inflasi.
Baca Juga:







