MEDIA EMITEN – Saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) melesat 12,64% menjadi Rp 98 pada perdagangan Selasa 26 Juli 2022. Ada transaksi jumbo di pasar negosiasi atas saham FREN senilai Rp 1,57 triliun.
Pemodal asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham FREN senilai Rp 1,50 triliun melalui transaksi tutup sendiri (crossing).
Bertindak sebagai broker beli adalah BCA Sekuritas dengan pembelian bersih sebanyak 196 juta lot dengan harga pelaksanaan Rp 77 per saham dari invetor domestik kepada investor asing. Belum ada informasi resmi manajemen perseroan terkait transaksi tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saham FREN ditutup melesat Rp 11 (12,64% ) menjadi Rp 98. Smartfren Telecom sebelumnya mendapatkan persetujuan untuk melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) alias private placement.
Smartfren diberitakan bakal menggelar private placement dengan menerbitkan saham Seri C baru sebanyak-banyaknya 31 miliar saham. Jumlah tersebut setara 10% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
Harga pelaksanaan private placement Smartfren Rp 100 per saham. Dengan aksi korporasi tersebut, FREN berpotensi memperoleh dana segar Rp 3,1 triliun yang nantinya akan digunakan untuk investasi dan/atau keperluan modal kerja Smartfren dan/atau entitas anaknya.
Alibaba dikabarkan akan berinvestasi ke perusahaan telekomunikasi asal Indonesia, Smartfren. Jika kabar ini benar, Sinar Mas makin mantap memperkuat bisnis digital.
Baca Juga:
Asian Beach Games ke-6 di Sanya Resmi Berakhir, Tim China Menempati Posisi Teratas Klasemen Medali
Sebelumnya, pendiri PT Smartfren Telecom Tbk Franky Oesman Widjaja mengatakan, perusahaannya sudah berinvestasi membangun ekosistem digital selama kurang lebih 14 tahun.
“Kami ingin membentuk ekosistem digital yang berhubungan satu sama lain, sehingga saling menghidupkan dan akhirnya menciptakan bisnis yang berkesinambungan ke depan dan setiap bisnis bisa saling terkoneksi,” katanya beberapa waktu lalu.
Investasi Sinar Mas mengembangkan bisnis teknologi salah satunya membangun jaringan infrastruktur komunikasi. Selain juga melakukan pembelian saham sejumlah perusahaan digital. Menurut Franky, Sinar MAS telah memiliki saham PT Mora Telematika Indonesia atau Moratelindo sebesar 20,5%. Ini dilakukan melalui Smartfren.
Sinar Mas juga telah memiliki ekosistem konten dan streaming media. Perusahaan telah memiliki saham di platform steraming yaitu Vidio, WeTV hingga Viu. Untuk ekosistem fintech ada Dana, Stockbit, serta KoinWorks. Ada juga Aruna dan Sociolla pada ekosistem digital lainnya.
Baca Juga:
CMEF 2026 Resmi Ditutup di Shanghai, Tampilkan Inovasi Medis Global dan Tren Industri Masa Depan
Investasi Sinar Mas ke startup dilakukan lewat perusahaan modal ventura SMDV dan East Ventures. Dalam bidang properti, Sinar Mas juga aktif membangun pusat perkantoran yang didesain untuk menarik perusahaan digital di BSD Green Office Park, Banten dan di Nongsa, Batam.








