BI-IMF Luncurkan Buku Kemajuan Indonesia Dua Dasawarsa

- Pewarta

Kamis, 4 Oktober 2018 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo/Dok.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo/Dok.

Mediaemiten.com, Jakarta – Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) bekerja sama dengan Bank Indonesia menyelenggarakan peluncuran buku Realizing Indonesia’s Economic Potential tentang kemajuan Indonesia dalam berbagai aspek selama dua dasawarsa terakhir.

“Peluncuran ini mendahului Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018 minggu depan. Buku ini menceritakan bagaimana Indonesia menjadi lebih memiliki daya tahan dibandingkan ketika terjadi krisis 1997-1998,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam acara peluncuran buku di Gedung BI, Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Secara personal, Perry menyukai penjelasan dalam buku mengenai kemampuan Indonesia yang mampu bertahan dalam berbagai guncangan ekonomi global dalam dua dekade terakhir, seperti krisis global 2008 dan taper tantrum.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Indonesia mempunyai ketahanan untuk menghadapi tekanan tersebut karena telah dilakukan banyak reformasi mulai dari perbankan, moneter, dan fiskal untuk mendukung fundamental ekonomi,” ujar dia.

Perry juga mengapresiasi perihal isi dari buku yang menyediakan sejumlah alternatif kebijakan yang bisa dipertimbangkan untuk memperoleh manfaat dari potensi ekonomi Indonesia.

Beberapa saran kebijakan tersebut antara lain pengembangan infrastruktur dan bagaimana pembiayaannya dapat diupayakan melalui kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) serta mengoptimalkan pelaksanaan online single submission (OSS).

Buku Realizing Indonesia’s Economic Potential disunting oleh Kepala Divisi Indonesia Departemen Asia Pasifik IMF Luis E. Breuer serta dua ekonom senior IMF Jaime Guajardo dan Tidiane Kinda.

Kontributor yang turut menulis untuk buku tersebut antara lain mantan menteri keuangan Chatib Basri, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara, dan Wakil Kepala Divisi Departemen Urusan Fiskal IMF Teresa Curristine. (R031). (cal)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru