Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di Wall Street menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis 4/10/2018 pagi WIB), setelah data ekonomi positif memicu kenaikan imbal hasil obligasi dan mengangkat saham-saham sektor keuangan.
Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 54,45 poin atau 0,20 persen, menjadi ditutup di 26.828,39 poin. Indeks S&P 500 naik 2,08 poin atau 0,07 persen, menjadi berakhir di 2.925,51 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup bertambah 25,54 poin atau 0,32 persen, menjadi 8.025,09 poin.
Caterpillar dan Boeing memimpin para pemenang di Dow. Saham kedua perusahaan tersebut masing-masing naik 2,20 persen dan 1,53 persen pada penutupan perdagangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saham-saham bank utama AS juga menguat karena imbal hasil obligasi AS mencapai rekor tertinggi pada Rabu (3/10/2018), didorong oleh data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan.
S&P 500 melayang di sekitar garis datar, karena kerugian di sektor utilitas dan konsumen pokok mengimbangi keuntungan di sektor keuangan.
Saham Apple ditutup sekitar 1,2 persen lebih tinggi, berkontribusi pada kenaikan Nasdaq.
Di sisi ekonomi, pekerjaan sektor swasta AS meningkat sebanyak 230.000 pekerjaan dari Agustus ke September, menurut laporan lembaga riset ketenagakerjaan ADP pada Rabu (3/10/2018).
Baca Juga:
Riset LPEM FEB UI: Pindar AdaKami Jadi Bantalan Saat Masyarakat Hadapi Tekanan Ekonomi
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
Angka tersebut jauh di atas ekspektasi pasar sebanyak 185.000 pekerjaan dan angka direvisi Agustus sebesar 168.000 pekerjaan.
Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menyediakan gambaran bulanan pekerjaan sektor swasta nonpertanian AS berdasarkan data penggajian transaksional yang sebenarnya.
Sementara itu, indeks non-manufaktur AS dari Institute for Supply Management (ISM) naik menjadi 61,6 pada September dari angka Agustus di 58,5, mengalahkan perkiraan pasar. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi di sektor jasa sementara angka di bawah 50 sinyal kontraksi. (pep)







